detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 04 Jun 2020 16:35 WIB

Hafiz/Gloria Dirugikan Aturan BWF, tapi Tetap Harus Lolos Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tumbang di babak pertama Indonesia Masters 2020. Mereka kalah dari pasangan China. Hafiz Faizal/Gloria Emmanuel Widjadja tetap dituntut lolos Olimpiade 2020 kendati dirugikan aturan BWF. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dituntut tembus tujuh besar dunia agar lolos Olimpiade. Ada aturan Badminton World Federation (BWF) yang merugikan mereka.

BWF mengumumkan penyesuaian aturan perhitungan kualifikasi Olimpiade dimulai 2021. Otoritas tertinggi di bulutangkis itu juga memutuskan untuk pemain China dan Hong Kong yang tahun ini tidak mendapat poin dari kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) di Manila, pada Februari lalu, tetap akan mendapat poin.

Mereka mendapatkannya dari Badminton Asia Mixed Team Championships 2021 (BAMTC). Hal ini dikarenakan absennya kedua tim tersebut diakibatkan oleh peraturan pembatasan perjalanan akibat COVID-19 dari pemerintah Filipina.

Tapi yang jadi masalah adalah format pertandingan BATC dan BAMTC berbeda. Di BATC turnamen beregunya tak mengikutsertakan ganda campuran sebagai pemain dan bergulir di tahun genap dengan konsep Piala Thomas dan Piala Uber. Sedangkan BAMTC mengusung format Piala Sudirman, digelar di tahun ganjil, dan memasukkan pemain ganda campuran di dalam tim.

Andai tim China dan Hong Kong mendapatkan poin, maka otomatis pemain ganda campurannya juga ikut menerima. Padahal, negara-negara lain yang sebelumnya ikut dalam Badminton Asia Team Championship tidak mendapat perlakuan yang sama karena di kejuaraan itu hanya memanggungkan nomor tunggal, ganda putra dan ganda putri saja.

"Ya, kalau begitu agak rugi juga kita. Tapi nanti, kebetulan saya masih di Tondano, belum bisa pulang. Tapi program masih berjalan melalui koordinasi dengan Nova Widianto (asisten pelatih). Nanti kalau sudah balik, saya akan rapat dengan Roedy (Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI) dan dibantu mas Basri Yusuf agar dengan keadaan seperti ini kita tak rugi," kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, kepada detikSport, Kamis (4/6/2020).

Regulasi ini juga akan mengancam partisipasi Hafiz/Gloria yang kini menduduki posisi delapan kualifikasi Olimpiade. Mereka bisa tergeser oleh pasangan Hong Kong Tang Chun Man/Tse Ying Suet yang berada satu trap di bawah Hafiz/Gloria ranking dunia. Jika perolehan poin mereka dihitung di BAMTC 2021, maka bukan tak mungkin satu wakil Indonesia ganda campuran terdepak.

"Tetap kami masih punya peluang. Kami akan berusaha agar Hafiz/Gloria masuk 7 besar dunia. Kalau lihat hasil dari pemain-pemain ganda campuran, Hafiz/Gloria masih bisa bersaing dengan pemain yang peringkatnya di luar tujuh dan delapan. Masih mampu," dia menjelaskan.

"Untuk itu, semoga bisa menembus tujuh besar lah maksimal," Richard mengharapkan.



Simak Video "Kevin/Marcus Lolos ke Olimpiade 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com