Duh, Panasnya Melbourne

Australia Terbuka 2006

Duh, Panasnya Melbourne

- Sport
Sabtu, 21 Jan 2006 02:26 WIB
Duh, Panasnya Melbourne
Jakarta - Kesampingkan dulu persaingan ketat antara petenis papan atas dunia di Australia terbuka 2006. Suhu udara yang tinggi adalah musuh pertama yang harus dikalahkan sebelum menundukkan lawan.Mau bukti, tanya saja pada Fabrice Santoro. Petenis prancis itu harus bertarung melawan panasnya udara Melbourne selain harus melakoni pertarungan melelahkan sepanjang lima set melawan Gaston Gaudio.Santoro memang memenangkan pertarungan tersebut, tapi itu diraihnya dengan strategi khusus. Peringkat 61 dunia itu senganja melepas set keempat (kalah 1-6) demi mengumpulkan tenaga di set terakhir. Santoro bahkan memprediksikan suhu udara sempat mencapai 55 derajat selsius saat ia bertanding."Hari ini terlalu panas untuk bertanding. Sangat sulit bertanding di cuaca seperti ini, saya sulit bergerak," keluh Santoro seperti diberitakan Yahoosports, Sabtu (21/1/2006).Australia Terbuka sebenarnya punya peraturan khusus mengenai batas maksimal suhu udara. Pertandingan yang sedang berjalan dapat dihentikan jika suhu lapangan sudah mencapai 40 derajat selsius. Sementara jika suhu sudah mencapai 35 derajat selsius sebelum pertandingan dimulai maka pertandingan bisa ditunda.Dua lapangan utama yang dipakai Australia Terbuka, Rod Laver Arena dan Vodafone Arena sebenarnya memiliki atap yang bisa ditutup yang memungkinkan digunakannya pendingin udara. Tapi itupun baru bisa dilakukan jika pertadingan di luar lapangan utama juga sudah diputuskan ditunda.Makanya Santoro kemudian mengusulkan kalau batas maksimal suhu udara sebelum pertandingan ditunda atau dihentikan diturunkan. "Mungkin peraturan mengenai batas suhu udara bisa diturunkan menjadi 32 atau 34 derajat celcius," usul Santoro.Usulan Santoro itu mendapat tanggapan positif dari petenis putri Justine Henin-Hardenne. Petenis Belgia itu merasakan betul nyamannya bertanding dalam kondisi lapangan tertutup plus berpendingin ruangan saat mengalahkan Virginie Razzano di babak keempat."Saya pikir kondisi itu akan lebih baik buat kami berdua dan juga buat penonton yang datang," seru Henin.Tapi ternyata tak semua petenis membenci cuaca panas Melbourne. Unggulan kedua pria Andy Roddick adalah salah satunya. Petenis Amerika Serikat itu malah mengaku diuntungkan dengan kondisi cuaca yang panas."Saya lebih memilih bertanding dengan atap terbuka . Saya tak memperdulikan panasnya. Mungkin hal itu merugikan buat petenis yang terbiasa di tempat dingin," sergah Roddick.Roddick memang terbiasa dengan cuaca panas. Di Amerika petenis 24 tahun ini tinggal di negara bagian Texas yang terkenal panas. Dan untuk mempersiapkan Australia terbuka ia juga melakukan latihan di Hawaii yang beriklim tropis.Foto: Fabrice Santoro menggunakan es batu untuk mendinginkan suhu tubuh(AFP/MarkLarston). (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads