Masih Ada Kesempatan Buat Hingis
Rabu, 25 Jan 2006 23:32 WIB
Jakarta - Di Grand Slam yang menjadi comeback-nya Martina Hingis harus terhenti di perempatfinal. Sebuah kegagalan? Petenis Swiss itu menjawab "Tidak". Kesempatan memang masih terbuka buat Hingis untuk kembali berjaya.Tiga tahun memang bukan waktu yang singkat untuk pensiun dan kemudian memutuskan mengayun raket kembali. Kejayaan Hingis di pertengahan era 90-an memang tak akan mudah lagi ia rebut.Hasil tiga turnamen yang ia ikuti di awal tahun ini mungkin bisa menjadi gambaran sulitnya petenis 26 tahun itu bersaing kembali di level tertinggi tenis dunia.Di turnamen berkelas Tier II, Mondial Australian Women Hardcourts, Hingis tumbang di babak semifinal. Pada Medibank International ia malah rontok di babak pertama dari Justine Henin-Hardenne. Sedangkan di Grand Slam pertama yang diikuti, Australia Terbuka, dara cantik ini hanya mentok di babak perempatfinal setelah kalah dari unggulan kedua Kim Clijsters.Jika membandingkan dengan gemerlapnya prestasi yang didapat Hingis di awal karirnya sampai awal 2000, apa yang diraih Hingis sebulan terakhir memang mengecewakan. Tapi ingat, Hingis sempat absen tiga tahun karena cedera dan sepanjang masa pensiunnya peraih lima gelar Grand Slam itu nyaris tak mengayun raket di ajang resmi.Hingis pun menyadari betul hal itu. Setiap kekalahan pasti berujung kekecewaan, namun kali ini tidak melulu penyesalan yang dirasakan Hingis."Saya pikir saya bangga dengan diri saya sendiri. Anda tak bisa berpikir untuk memenangkan semua turnamen yang Anda ikuti," sahut Hingis usai dikalahkan Clijsters seperti diberitakan Yahoosports, Rabu (25/1/2006).Ya, Hingis memang masih punya peluang besar untuk mengulang kembali keperkasaanya. Perempatfinal turnamen setingkat Grand Slam bukanlah hasil yang buruk, apalagi jika melihat kenyataan ia sempat dua kali masuk ruang operasi untuk menyembuhkan cedera pergelangan kaki."Kalah dari Kim (Clijsters) hari ini tetap memberi saya harapan besar akan peluang saya di masa mendatang. Saya hanya harus bekerja ekstra keras, dan keyakinan itu sudah saya miliki sekarang," seru Hingis optimis.Dilihat dari segi usia Hingis memang belum habis. Semptember 2006 ini ia baru akan berusia 26 tahun, dan untuk ukuran seorang atlet masa keemasan Hingis belum lagi lewat. Lindsay Davenport yang sudah 30 tahun terbukti masih bisa memuncaki peringkat tenis WTA -- hari ini dipastikan posisinya tergusur Clijsters.Seperti disebut Hingis, dengan latihan ekstra keras masih sangat mungkin dirinya kembali menjadi ratu tenis dunia dan menambah gelar juara yang total kini sudah berjumlah 40. Foto: Martina Hingis, masih punya potensi besar untuk kembali menjadi ratu tenis dunia (AFP/Odd Andersen). (din/)











































