Australia Terbuka 2006
Baghdatis ke Final!
Kamis, 26 Jan 2006 19:53 WIB
Jakarta - Marcos Baghdatis melangkah ke final grand slam pertamanya setelah menekuk unggulan keempat David Nalbandian. Tapi dia harus bekerja luar biasa keras sebelum menekuk Nalbandian 3-6 5-7 6-3 6-4 6-4. Seperti sudah diprediksi sebelumnya, pertemuan antara Nalbandian melawan Baghdatis di Rod Laver Arena, Kamis (26/1/2006), berlangsung alot dan seru. Selama 3 jam lebih, kedua petenis mempertontonkan teknik apik yang memanjakan mata penonton. Nalbandian menggebrak dua game awal, dengan mematahkan servis Baghdatis di game kedua. Tapi dua game berikutnya gantian petenis Siprus itu mematahkan servisnya dan menyamakan kedudukan 2-2. Meskipun dua kali unforced error-nya membuahkan angka yang menguntungkan Nalbandian di game kelima, dia mampu menyamakan kedudukan 3-3. Tapi sampai di situ saja tekanan Baghdatis. Nalbandian bisa menahan lajunya dan menutup set pertama dengan skor 6-3. Langkah Nalbandian seakan mulus. Bagaimana tidak jika dalam tempo singkat skor sudah menunjukkan angka 5-1. Tetapi bukan Baghdatis namanya jika cepat menyerah. Dengan sabar dia mampu mengumpulkan angka demi angka. Pada kedudukan 5-4 Baghdatis sempat mengalami engkel terkilir. Tapi justru pada saat itu dia mem-break servis Nalbandian. Selanjutnya dia mampu menyamakan kedudukan setelah menuntaskan dua kali break point. Tetapi dengan latar belakang kembang api menyambut Australian Day, Nalbandian mampu merebut set ini 7-5. Unggul 2-0 semestinya membuat Nalbandian bermain relaks di set ketiga. Tetapi yang terjadi tidak demikian. Baghdatis dengan keakuratan forehand dan backhand bertenaganya membuat Nalbandian pontang-panting. Set ini pun dimenangkannya 3-6. Keberhasilan mencuri satu set membuat kepercayaan diri Baghdatis meningkat. Di set keempat dia makin menggila. Nalbandian bahkan tidak pernah berhasil mengunggulinya. Di game kedelapan jawara Masters Cup 2005 itu mendapatkan dua kali break point. Tetapi lawannya mampu memaksakan deuce. Kesempatan pun kembali hilang dan Baghdatis menyamakan kedudukan 2-2 lewat kemenangan 6-4. Set kelima menjadi puncak kebangkitan Baghdatis. Sempat ketinggalan 2-4, Baghdatis tampil tak kenal lelah. Di game ketujuh dia membuat break yang memperkecil kedudukan 3-4. Di game berikutnya dia menyamakan kedudukan dengan sebuah ace. Game kesembilan, dia mendapatkan triple break point, sebelum pukulan backhand Nalbandian nyangkut dan mengubah kedudukan menjadi 5-4. Kalau hujan tidak mengguyur Rod Laver Arena saat kedudukan 15-15 pada game kesepuluh Baghdatis mungkin sudah tak terhenti.Tapi hujan mengganggu selebrasinya. Anehnya meskipun Melbourne Park memiliki atap, panitia tidak segera memasangnya hingga hujan sempat membasahi lapangan pertandingan. Yang lebih aneh untuk mengeringkan lapangan panitia turnamen sekelas grand slam memilih mengerahkan ball boy buat mengelap lapangan yang basah. Saat pertarungan dimulai lagi Baghdatis harus melalui dua match point sebelum menuntaskan pertaurngan melelahkan ini lewat sebuah servis ace.Foto: Baghdatis. Penakluk raksasa itu akhirnya maju ke final (theage) (mel/)











































