Dan Federer pun Menangis
Minggu, 29 Jan 2006 23:43 WIB
Jakarta - Entah pujian apa yang belum pernah disampaikan orang untuk Roger Federer. Barangkali yang lebih menarik untuk dicari tahu adalah penyebab pria bergelimang gelar juara ini sampai menitikkan airmata di Rod Laver Arena.Ya. Federer, yang dalam beberapa tahun terakhir begitu sulit dikalahkan lawan-lawannya, tidak disangka-sangka tak mampu menahan emosinya. Di hadapan puluhan ribu publik Melbourne Park, disaksikan jutaan pasang mata melalui televisi, ia begitu terbata-bata saat menyampaikan sambutan atas kemenangannya di final Australia Terbuka 2006, Minggu (29/1/2006).Usai mengalahkan dan mengakhiri dongeng pemuda Siprus bernama Marocs Baghdatis, lewat pertarungan empat set 5-7 7-5 6-0 6-2, kalimat pertama yang meluncur dari mulut Federer adalah: "Aku tak tahu apa yang mesti kukatakan."Sejurus kemudian ia terisak. Airmata lalu bergulir dari mata lelaki berambut gelap itu, yang oleh banyak wanita digila-gilai karena tampan dan begitu "cool". Federer menangis. "Kuharap Anda semua tahu betapa berartinya (kemenangan) ini buatku," ujarnya. "Kurasa sekarang telah keluar semuanya. Aku sering sulit berpidato, tapi yang ini betul-betul terasa berat.""Aku dirundung emosi. Memenangi grand slam tidaklah mudah. Buatku seperti mimpi yang jadi kenyataan setiap kali merengkuhnya."Sebagian dari kita mungkin merasa terkejut, apa "istimewanya" kemenangan Federer hari ini dibanding sukses-sukses sebelumnya. Faktanya, sepanjang karirnya ia telah mengoleksi 35 tropi juara dan mengumpulkan jutaan dolar dari talentanya yang sungguh mengagumkan itu.Dalam usianya yang masih muda -- saat ini 24 tahun -- Federer sudah menorehkan namanya dengan tinta emas. Kalaupun ia pensiun hari ini juga, buku rekor tenis dunia sudah berderet-deret mengisahkan sepak terjangnya yang luar biasa itu -- dan itu akan dikenang terus sepanjang masa.Mari tengok dengan cepat catatan prestasinya. Dengan kemenangannya di Australia Terbuka tahun ini -- kali kedua setelah 2004 -- Federer telah meraup tujuh gelar juara dari tujuh penampilannya di babak final turnamen grand slam -- orang ketiga yang pernah mencapai rekor 7-0 tersebut. Ia juga menjadi pemain pertama yang memenangi tiga titel grand slam berturut-turut sejak Pete Sampras 12 tahun silam. Koleksi piala turnamen besar yang dimilikinya kini telah melebihi dari beberapa pemain idolanya di masa kecil, Boris Becker dan Stefan Edberg, serta menyamai delapan pemain legendaris lainnya termasuk John McEnroe dan Mats Wilander. Hanya empat orang yang punya koleksi lebih banyak ketimbang dirinya, yakni Sampras (14, Roy Emerson (12), Bjorn Borg (11), dan Rod Laver (11).Uniknya, Sampras dan Federer punya kedekatan. Tanggal lahir mereka hanya terpaut empat hari dan Sampras memenangi grand slam ketujuhnya juga dalam usia 24 tahun. "Agak menakutkan kalau aku membandingkan hal itu," tukas Federer."Aku memang berada di jalan yang sama, tapi harus mempertahankannya. Akan luar biasa kalau bisa menantang rekor Sampras, tapi itu bukanlah prioritas utamaku."Ke depan, petenis berjuluk "Fed-Ex" itu -- mengacu pada perusahaan kurir terkenal di dunia Federal Express -- masih berpeluang untuk meneruskan fenomena kehebatannya. Jika selalu dalam kondisi prima, bukan tidak mungkin Federer dapat menjadi petenis pertama yang sanggup memenangi empat turnamen grand slam dalam satu tahun -- hal yang tak pernah dilakukan pemain manapun sejak Rod Laver pada 1969. Kebetulan, Laver-lah yang menyerahkan langsung tropi Australia Terbuka tahun ini kepada dirinya. "Aku ingin berterima kasih kepada Rod Laver atas tropi(nya) ini," sahut Federer, yang lalu menangis lagi dan memeluk Hall of Famer itu.Federer adalah fenomena yang amat simpatik. Ia dikenal sebagai figur yang ramah, bebas dari gosip kehidupan pribadi, dan hampir selalu mau meladeni permintaan penggemarnya untuk berfoto bersama atau meminta tanda tangan.Pacar Mirka Vavrinec itu -- mantan petenis Slovakia yang pertama kali ia temui saat sama-sama tampil di Olimpiade 2000 --- juga nyaris tak pernah lupa memuji setiap lawan yang ia kalahkan, termasuk Baghdatis. "Well done," katanya kepada petenis Siprus yang telah dikalahkannya sebanyak empat kali itu.Tidak, Roger, Anda-lah yang lebih hebat. (Foto: Federer terharu saat menyampaikan pidato kemenangannya di Australia Terbuks 2006. AFP/Greg Wood). (a2s/)











































