Bincang dengan Susy Susanti: Kali Ini Saya Urus Anak Sendiri

Mercy Raya - Sport
Rabu, 09 Des 2020 17:50 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memiliki pesan khusus kepada pebulutangkis yang berlaga di All England 2019.
Susy Susanti belum dihubungi pengurus baru PP PBSI. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

Susunan kepengurusan PBSI saat ini sudah rampung tapi pengumumannya baru akan dilakukan 23 Desember mendatang. Bagaimana nasib Susy Susanti?

Soal teka-teki siapa yang akan menjabat sebagai pengurus masih menjadi misteri. Termasuk yang akan mengepalai bidang Pembinaan Prestasi PBSI.

Namun yang pasti, nama Susy Susanti tidak akan lagi terpajang dalam kepengurusan PBSI Agung Firman Sampurna.

Ia telah memutuskan untuk ikut mundur, menyusul Wiranto, Ketua Umum PBSI 2016-2020, yang tak menjadi ketua kembali.

Lantas seperti apa kegiatannya kini. Berikut wawancara detikSport dengan Susy, Rabu (9/12/2020), melalui sambungan telepon:

Susy Susanti  dan Alan BudikusumaSusy Susanti ingin fokus mengurus anak sendiri. Foto: Femi Diah/detikSport

DetikSport (D): Apakah ada tawaran untuk menjadi pengurus PBSI kembali?

Susy Susanti (SS) : Enggak ada sama sekali (tawaran atau dihubungi). Tidak ada pembicaraan apa-apa dan memang tugas saya sudah selesai dan saya gerbong Pak Wiranto, empat tahun ya sesuai AD/ART.

D: Apakah dari awal memang Anda ingin setop?

SS : Saya sih gerbong Bapak Wiranto. Jadi dari awal kalau Bapak Wiranto empat tahun, ya saya empat tahun. Begitu juga dengan Alan Budikusuma tidak ada (tawaran).

D: Apakah Ci Susy puas dengan kinerja selama empat tahun ini sebagai Kabid Binpres?

SS: Ya, saya enggak bisa bilang puas atau tidak puas. Kan masyarakat yang menilai. Kalau saya bilang puas, prestasi saya All England, juara dunia, tapi kata masyarakat itu berbeda. Mungkin saja gagal total. Itu tergantung penilaian orang.

Pokoknya saya menyelesaikan tugas sebaik-baiknya. Saya ada data prestasi yang sudah ada. Ya tergantung orang menilai apakah itu berhasil atau gagal, itu kan penilaian masing-masing.

D: Lantas apakah ada yang Anda sesali?

SS: Enggak sih. Saya sih jalani saja. Saya tak pernah sesali apapun. Waktu saya main dapat ratusan gelar dibilang saya cuma beruntung, bodoh amat. Saya tugas jalani, terserah masyarakat yang dinilai. Monggo saja. Hahaha.

D: Ci Susy pernah bilang saat menjadi Binpres bertekad membenahi dan akan mengembalikan tunggal putri di posisinya. Apakah saat ini sudah sesuai harapan?

SS: Salah satu PR (pekerjaan rumah) memang tunggal putri dan itu tak bisa instan, karena memang dari bibitnya tidak sebanyak putra. Kedua, saya melihat bahwa bakat tanpa kemauan itu susah, begitupun kemauan tanpa bakat susah. Nah ini yang belum kita dapat.

Saya istilahnya sudah rewel di tunggal putri tapi memang prosesnya memang agak panjang. Kita melihat di beberapa atlet tidak sesuai.

Saya selalu mengatakan juara itu petarung lalu juara itu lahir karena bakat dan kemauan, nah hal-hal ini yang belum saya temukan dari karakter- karakter di pelatnas saat ini. Mungkin saya ada beberapa berharap tapi tidak sesuai.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memiliki pesan khusus kepada pebulutangkis yang berlaga di All England 2019.Susy Susanti di Pelatnas PBSI Cipayung, Jawa Timur. (Foto: Agung Pambudhy)

D: Siapakah itu Ci Susy?

SS: Ya, kita kan hanya beberapa orang yang menonjol. Saat ini mungkin Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, tapi yang lainnya hanya biasa saja. Sedangkan ada yang punya kemauan bakatnya kurang, contohnya seperti Fitriani. Lalu bakatnya bagus seperti Gregoria, tapi kemauan dia masih kurang. Lalu disiplin, ya itu banyak sih yang harus dipenuhi untuk menjadi juara.

D: Berarti bisa dinilai tunggal putri kita baru berapa persen untuk dapat kembali ke posisinya?

SS: Sekarang ini kita baru bisa bicara juniornya saja. Di awal-awal Gregoria sempat 15 dunia, saya sempat menargetkan dia masuk 10 besar.
Sampai dia berubah pelatih ke Rionny Mainaky, adaptasi lagi, mungkin masih adaptasi. Jadi butuh waktu.
Jadi banyak hal yang menentukan, yang penting dari atlet dulu, komunikasi dan kerja sama. Team work dan kepercayaan satu sama lain itu penting. Tapi tentunya ada rambu-rambu take and give.

D: Apa yang bakal dirindukan di Pelatnas?

SS: Aduh yang kangen mereka kali ya hahaha. Saya selalu anggap mereka seperti keluarga, anak sendiri, seperti di tim kami di Binpres, keuangan, sekretariatan. Mungkin kalau pergi, kayak tim, dari A sampai Z semuanya disiapkan dan sering bawa makanan.

D: Apa yang Ci Susy lakukan setelah memutuskan mundur?

SS: Fokusnya balik lagi ke keluarga. Kalau empat tahun saya mengurusi anak orang, sekarang saya urus balik anak sendiri hahaha.

D: Memang ada permintaan dari anak untuk jangan sibuk-sibuk?

SS: Anak selalu mendukung. Mereka pengertian, sudah besar. Itu juga kenapa saya menerima tugas (sebagai Kabidbinpres).
Mungkin jika delapan tahun lalu, zaman Bapak Gita Wirjawan, saya diminta jadi Binpres, dan anak-anak masih kecil, saya tahu lah.

Kalau saya menerima saya punya tanggung jawab moral untuk menjalankan tugas total dan fokus. Jika saya enggak bisa meskipun dijanjikan gaji besar, saya tidak bisa. Saya bukan orang yang ambil gaji saja, kerja ditelantarkan, tidak, saya tidak seperti itu.

Saya pasti akan tetap total. Kalau main sampai titik darah penghabisan, sama seperti jadi Binpres, pertaruhan nyawa pun saya taruhkan. Saat pandemi, di saat semua orang takut keluar, saya mesti pasang badan, karena harus jaga anak-anak, itu aset bangsa. Nah, otomatis saya total saja.

Sekarang anak-anak sudah besar kalau saya balik lagi (urus keluarga) saya senang saja. Saya mengurus anak, mengurus bisnis, jadi dinikmati saja saja.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memiliki pesan khusus kepada pebulutangkis yang berlaga di All England 2019.Susy Susanti berpose di salah satu sudut Cipayung. Foto: Agung Pambudhy

D: Apa bisnis Ci Susy kelola saat ini?

SS: Masih Astec (Alan Susy Technology). Kalau bisnis baru nanti cari lagi. Kita memantau dan lihat peluang hahaha. Mungkin sekarang bisnis online, atau bikin kue karena saya masih sering buat kue. Kita lihat peluang saja dan jalani saja.

D: Apa pesan Ci Susy untuk siapapun kelak yang duduk sebagai Kabid Binpres baru?

SS: Sebagai insan olahraga saya selalu mendukung bulutangkis. Saya berharap bulutangkis bisa berprestasi. Di zaman saya 161 gelar, mungkin berikutnya bisa lebih 200 gelar dan tradisi emas serta prestasi bisa terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan untuk mengharumkan nama bangsa.

Target tahun depan ada All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, Piala Sudirman, Piala Thomas dan Uber, Indonesia Open, bisa dibilang tiap tahun itu saya harus bikin target untuk turnamen-turnamen tersebut semoga ke depan bisa lebih baik lagi.

(mcy/cas)