detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 23 Des 2020 19:10 WIB

Ketum PBSI Ungkap Alasan Pilih Kabareskrim Jadi Sekjen

Mercy Raya - detikSport
Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, mengungkap alasan memilih Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Sekretaris Jenderal. Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, mengungkap alasan menunjuk Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Sekjen. (Foto: detikcom/Mercy Raya)
Jakarta -

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, menjelaskan alasan memilih Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Sekretaris Jenderal PBSI. Apa alasannya?

PBSI kepengurusan Agung Firman telah mengumumkan susunan anggotanya pada Rabu (23/12/2020). Dari nama-nama yang tertera ada dua nama yang menarik perhatian.

Ialah Listyo Sigit Prabowo dan Mohammad Fadil Imran (Kapolda Metro Jaya) yang turut masuk dalam struktur organisasi PBSI periode 2020-2024.

Agung mengatakan ada alasan di balik perekrutannya dan ia meyakini dua pejabat publik itu bisa membagi waktunya dengan bulutangkis.

"Antara Pak Sigit dengan saya, sibukkan saya, sudah jelas itu. Sudah jelas sibukan saya. Tapi saya mau jadi Ketum. Oleh karena itu, sibuk bukan jadi alasan orang untuk direkrut atau dipilih menjadi Ketum atau menjadi Sekjen," kata Agung dalam jumpa persnya di Jakarta.

"Yang kami lihat salah satu organisasi publik di mana bulutangkis itu memasyarakat, berkembang, jadi hobi di situ. Itu di kepolisian. Sebenarnya tadinya saya berharap bahkan Pak Idham Azis yang ikut di sini, tapi kan masa iya jadi Sekjen? Intensitasnya tinggi sekali. Saya dengar (malah) beliau latihannya dari jam 6 sampai jam 12 malam," dia menjelaskan.

"Jadi di kepolisian itu, di beberapa titik, saya baru tahu bulutangkisnya sangat berkembang. Dan karena itu kita ingin dapat dukungan dari aparat penegang hukum, agar ada kelancaran bagi kita dalam melaksanakan berbagai event di berbagai daerah di Indonesia. Itu salah satu di antaranya."

"Jadi soal komitmen, soal chemistry, soal memang di sana sudah memasyarakat. Kan macam-macam ya di entitas, salah satu kementerian lembaga olahraganya sepakbola, golf. Nah di kepolisian itu bulutangkisnya itu bukan main. Saya punya teman-teman dari kepolisian yang mendampingi saya, itu main bulutangkisnya bagus karena memang di sana sangat memasyarakat," kata dia menegaskan.



Simak Video "8 Pebulutangkis Indonesia Kena Sanksi Kasus Match Fixing"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com