Thailand Open 2021: Tiga Pasangan Muda yang Menjanjikan

Muhammad Robbani - Sport
Minggu, 24 Jan 2021 20:20 WIB
Leo Rolly Carnando/Daniel Martin
Leo Rolly Carnando/Daniel Martin jadi harapan Indonesia di masa depan (Raphael Sachetat/Badmintonphoto/Raphael Sachetat )
Bangkok -

Indonesia punya harapan baru dari para pasangan muda di sektor ganda putra. Penampilan mereka dianggap menjanjikan dalam dua seri Thailand Open 2021.

Mereka adalah; Leo Rolly Carnando/Daniel Martin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Ketiga pasangan muda itu mewakili Indonesia pada dua seri Thailand Open di Impact Arena, Bangkok, yang digelar sejak pekan lalu. Meski tak ada yang juara, tim pelatih menilai ketiganya telah memberikan harapan baru

Leo/Daniel misalnya yang mampu mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak kedua, 16-21, 21-17, 22-20. Sayang, langkah mereka dihentikan Goh V. Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) di babak semifinal dengan skor 19-21, 10--21.

Pada seri kedua, Fikri/Bagas menyingkirkan juara All England 2016, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia) dengan rubber game 21-15, 16-21, 21-13. Namun di babak kedua, mereka tersingkir oleh Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (Jerman), 16-21, 15-21.

Sementara Pramudya/Yeremia mengalahkan pasangan Prancis, Eloi Adam/Julien Maio, 21-14, 21-16 pada babak pertama seri kedua. Kemudian dikalahkan kompatriotnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada babak kedua dengan 18-21, 18-21.

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyebut penampilan ketiga pasangan pelapis ini cukup baik dan punya harapan bagus ke depannya. Padahal ini merupakan debut mereka di turnamen level super 1000.

"Mereka pertama kali turun di Super 1000, tapi bisa melawan dan oke mainnya. Jadi di satu sisi, ada harapan dengan tiga pasangan-pasangan muda ini," kata Herry dalam rilis tim Humas dan Media PP PBSI.

"Mulai kelihatan hasil latihan mereka, bisa bersaing dengan lawan-lawan negara lain juga. Jadi ada dua sisi. Memang satunya gagal, yang satunya ada harapan lah," ujarnya.

Bagi sang pelatih, bukan kemenangan yang menjadi tujuan utama dalam debut ketiga pasangan muda itu. Setidaknya, pola permainan sudah terbentuk.

Selama jalannya pertandingan, Herry kerap mengingatkan ketiga pasangan untuk menerapkan apa yang sudah dilatih. Sang pelatih ingin anak asuhannya agar lebih menghargai proses yang mereka lakukan selama 10 bulan latihan.

"Saya melihat cara mereka bermain, pola mereka bermain sudah terbentuk, sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tinggal nanti ditambah jam pertandingan dan ada beberapa teknik yang harus diperbaiki."

"Garis besarnya sih pola main mereka bisa jalan. Banyak main pola no lob itu sudah jalan. Mereka bisa menerapkan di lapangan saat pertandingan. Walaupun masih turun-naik begitu. Kalah jam terbang lah," tutupnya.

(mrp/ran)