detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 18 Mar 2021 15:08 WIB

Alasan PBSI Tidak Carter Pesawat ke All England

Mercy Raya - detikSport
Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna. Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna (dok.PBSI)
Jakarta -

Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna menyebut tak ada hubungan menyewa pesawat dengan kandasnya tim Indonesia dari All England 2021. Dia bilang, Indonesia tidak sedang berfoya-foya.

Tim bulutangkis RI tak bisa melanjutkan kiprahnya di All England 2021. BWF bersama tuan rumah Inggris memutuskan untuk mengisolasi seluruh tim bulutangkis RI lantaran dinilai kontak langsung dengan penumpang yang diketahui terpapar COVID-19 saat perjalanan Instambul ke Birmingham.

Tidak dijelaskan secara rinci siapa penumpang yang terpapar tersebut. Situasi ini pun menyulut sejumlah pihak karena kasus ini membuat Indonesia rugi. Bahkan sampai ke pejabat DPR.

Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Parerira menyebut kasus ini sebagai peristiwa tragis. Alih-alih menyalahkan panpel Inggris dan BWF, Andreas justru menyalahkan PBSI sebagai induk organisasi karena dianggap tak memahami aturan-aturan internasional di negara tempat event berlangsung.

Dia menyayangkan PBSI yang tidak menggunakan pesawat carter ketika mengirim Kevin Sanjaya dkk ke Inggris.

Sebelumnya, tim bulutangkis Indonesia sempat menyewa pesawat saat bertolak ke Thailand pada awal Januari lalu.

Merespons hal itu, Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna punya pendapat lain.

"Ini bukan persoalan masalah sewa pesawat saudara-saudara. Enggak ada hubungan," tegas Agung dalam jumpa pers di kantor BPK, Kamis (18/3/2021).

"Kalau ada pesawat yang tidak disewa, kami pakai pesawat itu. Jadi tidak ada urusan dengan menyewa pesawat. Enggak ada urusan dengan biaya-biaya itu," ucapnya dengan penuh emosional.

"Kami tidak sedang kemudian berfoya-foya memakai pesawat jet pribadi datang ke sana. Kami berlaga membawa nama bangsa ini dengan biaya yang ada sama kita," kata Ketua BPK itu.

"Jadi tak urusan begitu. Kemarin (ke Thailand) kami tidak bisa menggunakan pesawat lain selain harus menggunakan pesawat carter. Itu tidak ada pilihan saat itu."

Menurut Agung, toh selama ini tim Indonesia dinilai sudah cukup mematuhi protokol kesehatan yang berlaku baik di negara asal maupun tujuan.

"Masalahnya tidak ada urusan dengan pesawat dan masalah pesawat bukan masalah. Dan saat ini kami tidak tahu di mana kapan dan siapa yang berinteraksi dengan kita," ujarnya.

"Kan kita dapat informasi, di mana sebenarnya pemain, ofisial, pelatih yang terkenanya? siapa? karena kita tidak (ada yang terpapar COVID-19). Kami datang dalam kondisi sehat dan sudah divaksinasi dan sudah dites."

"Dan kita tidak tahu siapa, dan kita tidak punya kewajiban menjelaskan dan yang punya kewajiban menjelaskan adalah mereka yang menyatakan ada masalah. NHS (National Health Service) yang menjelaskan siapa, kapan, bagaimana?"

"Bagaimana orang yang tidak terkena harus isolasi. Ini bukan protokol kesehatan. Kalau bicara protokol kesehatan bicara kaidah ilmiah dan medis yang diterapkan. Orang sakit diuji dong sakit atau enggaknya. Ya diuji saja kan gampang," dia menegaskan.

Tonton video 'Ketua Komisi X DPR Minta BWF Sanksi Penyelenggara All England 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com