Praveen Jordan Cerita Tim Indonesia Terusir dari All England

Mercy Raya - Sport
Kamis, 18 Mar 2021 17:32 WIB
Praveen/Melati di All England 2020
Praveen Jordan (kanan) mengkritik BWF atas mundurnya Tim Indonesia di All England. (PP PBSI)
Jakarta -

Ganda campuran Praveen Jordan kecewa berat usai dipaksa walkout oleh panitia penyelenggara All England 2021. Dia lantas menjelaskan awal mula peristiwa itu terjadi.

Dalam akun Instagram resminya, @jordan_praveen menjelaskan secara terperinci kejadian yang dialaminya dan tim bulutangkis Indonesia.

"Saya dan teman-teman atlet Indonesia mengungkapkan rasa kecewa dan prihatin atas ketidakadilan yang diterima oleh tim Indonesia. Dengan kesempatan ini, saya ingin memberikan kronologi yang dialami oleh tim Indonesia," tulis Praveen.

"Pertama, seluruh tim Indonesia yang berangkat ke Birmingham untuk mengikuti All England 2021 sudah melakukan 2 kali vaksin. Kedua, seluruh tim Indonesia sudah mengikuti protokol kesehatan dan telah melakukan Swab PCR H-1 sebelum keberangkatan kami ke Birmingham."

"Setelah kami tiba di Crowne Plaza Birmingham City Centre Hotel, seluruh tim Indonesia juga sudah mengikuti aturan dari BWF untuk melakukan Swab PCR. Sebelum All England dimulai, ada beberapa tim dari negara lain yang mendapatkan hasil positive dari Swab PCR awal," katanya.

"Namun, setelah dilakukan test ulang dan diperoleh hasil negatif, mereka diperbolehkan mengikuti pertandingan."

"Pada hari pertama (17 Maret 2021), saat sebagian pemain Indonesia sudah/sedang melangsungkan game dan ada juga yang masih menunggu match. Kami mendapatkan kabar ini, tim Indonesia (medis, physiotherapist, dan beberapa atlet yang sedang cooling down) dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel tanpa menggunakan akses yang disediakan," ungkap dia.

"Seperti yang telah diketahui dari berita yang beredar bahwa saat penerbangan tim Indonesia dari Istanbul menuju Birmingham terdapat salah satu penumpang yang terkena COVID-19. Ada tim dari Turki yang satu pesawat juga dengan kami, tetapi pemain tersebut tetap bisa mengikuti pertandingan," ujarnya.

Selain membeberkan kronologi, Praveen Jordan juga melayangkan lima pertanyaan kepada Badminton World Federation (BWF), sebagai bentuk kekecewaannya atas sikap ketidakadilan kepada tim bulutangkis Indonesia.

Dia menandai akun @bwf.official untuk menjawab seluruh pertanyaan.

"Apakah seluruh tim dari negara lain juga sudah melakukan vaksin seperti tim Indonesia," tanya Praveen.

"Apakah hasil swab PCR di Indonesia kurang terpercaya? Tim Indonesia sudah mengikuti semua aturan yang diterapkan dan kami semua mendapatkan hasil negatif. Ada beberapa tim dari negara lain yang awalnya positif dan dalam waktu kurang dari 24 jam dinyatakan negatif. Mereka juga langsung boleh mengikuti pertandingan. Bahkan BWF juga masih menunda pertandingan dari jadwal yang sudah ditentukan demi menunggu hasil. Apakah hasil yang didapatkan dapat dipastikan 100 persen akurat?"

"Menurut saya, BWF telah melanggar peraturan yang sudah mereka buat sendiri. Ketika berita ini muncul, tim Indonesia yang sedang berada di arena dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel dengan cara berjalan kaki."

"Seharusnya semua tim yang berpartisipasi dalam All England 2021 tidak diperbolehkan keluar dari area hotel jika tidak menggunakan akses yang telah disediakan (bus). Dengan disuruh berjalan kaki dari arena kembali ke hotel, apakah itu bukan berarti keluar dari area hotel?"

"Saya melihat ketidakadilan yang telah dilakukan BWF kepada tim Indonesia. BWF tidak memberikan penjelasan yang detail kepada kami tentang siapa orang yang positif dan dari mana asalnya."

"Kebetulan kami juga satu pesawat dengan atlet dari Turki tetapi dia tetap diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan. Apa bedanya tim Indonesia dengan tim Turki?"

"Hal ini mungkin tidak akan terjadi apabila @bwf.official menerapkan sistem bubble sebelum All England 2021 diselenggarakan," Praveen menegaskan.

[Gambas:Instagram]



Simak video 'Kondisi Fisik Pemain All England RI Baik, Mental Down-Kecewa':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)