All England 2021: Pemerintah RI Hormati Aturan COVID-19 di Inggris

Bayu Baskoro - Sport
Kamis, 18 Mar 2021 18:37 WIB
Tim Indonesia diminta mundur dari All England 2021 terkait pandemi virus Corona. Selain All England, ini deretan turnamen bulutangkis yang digelar saat pandemi.
Jonatan Christie saat berlaga di All England 2021. (Foto: Getty Images/Naomi Baker)
Jakarta -

Tim Indonesia dicoret dari All England 2021 dengan alasan virus Corona. Pemerintah RI menyayangkan hal itu, namun tetap menghormati aturan COVID-19 di Inggris.

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mengumumkan pencoretan seluruh wakil Indonesia di ajang All England, Kamis (18/3/2021) pagi WIB. Tim Merah-Putih dicoret karena dinilai terpapar COVID-19 dalam penerbangan pesawat ke Inggris, serta diharuskan menjalani isolasi mandiri.

"Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Badminton Inggris mengonfirmasikan bahwa sejumlah pemain dan anggota tim dari Indonesia telah dihubungi layanan Tes and Trace National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris dan diharuskan mengisolasi diri dengan segera," begitu isi pernyataan resmi BWF.

"Sesuai dengan persyaratan Pemerintah Inggris, seluruh tim akan mengisolasi diri selama 10 hari sejak tanggal penerbangan masuk setelah seseorang yang melakukan perjalanan dalam pesawat dinyatakan positif COVID-19," jelasnya.

Keputusan tersebut disambut kekecewaan para atlet dan seluruh penggemar bulutangkis di Tanah Air. Tidak sedikit yang menganggap BWF dan pihak penyelenggara All England berlaku tak adil kepada tim Indonesia.

Bukan apa-apa, sebelumnya sudah ada tujuh kasus positif dari tim India, Thailand dan Denmark. Namun, ketiga negara tersebut tetap bisa ambil bagian.

Selain itu ada tunggal putri Turki, Neslihan Yigit, yang berada di pesawat yang sama dengan tim Indonesia dalam penerbangan ke Inggris. Dia tak ikut dicoret dari All England, meski belakangan namanya didiskualifikasi jelang babak 16 besar.

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, meminta National Health Service (NHS) Inggris untuk transaparan terkait kasus positif yang melibatkan tim Indonesia. Sementara itu, Kemenpora melalui Menpora Zainudin Amali menyoroti ketimpangan nasib yang didapat Jonatan Christie dkk.

Dikeluarkannya Tim Indonesia dari All England 2021 turut menjadi perhatian Pemerintah RI. Melalui Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, pemerintah menyayangkan keputusan tersebut, namun akan tetap menghormati regulasi penanganan virus Corona Pemerintah Inggris.

"Sehubungan dengan perhelatan ajang bulutangkis All England 2021. Pemerintah Indonesia sangat menyayangkan peristiwa pembatalan partisipasi tim nasional Indonesia dalam ajang bulutangkis di Inggris tersebut," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (18/3).

"Pemerintah pada prinsipnya menghormati regulasi penanganan COVID di Inggris. Pemerintah yakin esensi perhelatan olahraga di manapun akan selalu menjunjung tinggi prinsip sportivitas yang mengacu pada perilaku penghormatan, pengakuan dan toleransi hak-hak insan olahraga yang menciptakan persaingan positif tanpa niat merugikan pihak lain atau berlaku curang, baik di dalam pertandingan mau pun di luar pertandingan," sambungnya.

"Apa pun keputusannya, hal yang terpenting adalah kesehatan para atlet dan ofisial yang ikut mendampingi di Inggris agar terus terjaga hingga kembali ke Tanah Air. Satgas harapkan para atlet dan ofisial dapat terus bersemangat," ujarnya.



Simak Video "Ini Tindakan Diskriminatif yang Diterima Indonesia di All England"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/cas)