detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 23 Mar 2021 20:20 WIB

Tim Indonesia Karantina Lima Hari Usai Pulang dari All England

Mercy Raya - detikSport
Jakarta -

Tim bulutangkis Indonesia langsung menjalani karantina selama lima hari usai pulang dari All England. Itu menjadi bagian dari protokol kesehatan.

Di salah satu hotel di Jakarta, Greysia Polii cs menjalani karantina. Setelah itu mereka baru boleh diperkenankan kembali ke Pelatnas Cipayung.

Demikian disampaikan Kepala Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy. Menurutnya, karantina ini wajib dilakukan kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial karena merupakan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

Ketentuan karantina selama lima hari ini diterapkan merujuk Addendum SE Nomor 03 Tahun 2020 dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan COVID-19 pusat.

"Sesuai arahan gugus tugas COVID-19 memang wajib karantina lima hari di salah satu hotel Mercure Kemayoran. Nanti setelah itu mereka kembali ke Pelatnas dan dilakukan tes PCR untuk memastikan semua pulang dalam keadaan sehat," kata Broto kepada detikSport, Selasa (23/3/2021).

"Barulah setelah itu atlet bisa menjalani aktivitas seperti biasa latihan lagi," dia menambahkan.

Broto menjelaskan di bulan depan, tim bulutangkis Indonesia relatif tanpa pertandingan. Dengan begitu hari-hari mereka akan diisi banyak pembenahan dalam latihan.

"Masuk Mei tancap gas lagi karena di bulan itu cukup banyak turnamen untun kualifikasi Olimpiade," ujarnya.

Seperti diketahui, sebanyak 23 dari total 24 atlet, pelatih, dan tenaga pendukung tim Indonesia dari All England tiba di Jakarta pada Senin (22/3/2021) pukul 20.06 WIB. Pelatih tunggal putra, Irwansyah, tak ikut kembali ke tanah air guna mengunjungi keluarganya di Skotlandia.

Mereka kembali ke tanah air setelah melalui perstiwa pahit selama di Birmingham. Mereka dipaksa kalah WO (walkout) karena sempat sepesawat dengan penumpang terkonfirmasi COVID-19. Mereka juga harus menjalani karantina di hotel tim selama 10 hari menyesuaikan aturan National Health Service (NHS) Inggris.

Sebelum akhirnya, mereka diperbolehkan pulang lebih cepat usai dipaksa mundur di All England dari jadwal berkat peran koordinasi antara Pemerintah Pusat Indonesia dengan Duta Besar Indonesia di Inggris, Desra Percaya.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com