detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 25 Mar 2021 12:23 WIB

Hendra/Ahsan Gagal Tampil di All England, Rugi Waktu dan Biaya!

Mercy Raya - detikSport
Laga derby Indonesia di babak semifinal antara Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian berlangsung sengit. Tiket final akhirnya dikantongi Hendra/Ahsan. Gagal Tampil di All England, Hendra/Ahsan Akui Rugi Waktu dan Biaya (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengaku rugi besar usai gagal tampil di All England 2021. Selain waktu yang terbuang percuma, biaya jadi dampak yang harus ditanggung.

Tim Indonesia dipaksa mundur dari turnamen BWF level 1000 yang berlangsung di 17-21 Maret lalu. Penyebabnya, Hendra dkk sepesawat dengan penumpang terkonfirmasi positif COVID-19 saat perjalanan dari Istanbul ke Birmingham.

Banner All England 2021

Menyesuaikan aturan National Health Service (NHS) Inggris, maka tim bulutangkis Indonesia harus menjalani karantina selama 10 hari sejak email pemberlakuan karantina diterima.

Alhasil Hendra/Ahsan yang saat itu setelah bermain dipaksa untuk langsung kembali ke hotel. "Ya waktu itu memang saya masih bertanding ya dan selesai bertanding kami bertemu pelatih. Tapi pelatih bilang, kita harus pulang sekarang dan besok tidak boleh main. Kita berdua kaget," cerita Hendra Setiawan dalam program diskusi Mata Najwa di Trans 7, Rabu (24/3/2021) malam.

"Maksudnya benar-benar main langsung suruh pulang. Dan seperti Greysia (Polii) bilang tadi kami suruh jalan kaki, sampai hotel suruh naik tangga, itu kan kayak kita ini sudah positif (COVID-19). Mereka kan siapkan bus untuk satu tim Indonesia, di peraturan kami juga tak boleh ke luar area luar lapangan," dia menjelaskan.

Atas peristiwa pahit itu, atlet Indonesia mengalami kerugian dari beberapa aspek. "Yang pasti kita semua rugi. Rugi waktu ke sana tak main, juga rugi dari segi pembiayaan. Indonesia kirim berapa pemain, habisnya berapa?" ucap Hendra.

"Saya sebagai pemain profesional juga harus tanggung jawab ke sponsor. Jadi menurut saya selain rugi waktu, biaya juga," dia menambahkan.

Lebih jauh Hendra Setiawan menegaskan hal itu juga menjadi konsekuensi yang mau tak mau harus ditanggung bersama Ahsan. Mengingat Hendra/Ahsan merupakan pemain berstatus magang di Pelatnas PBSI, Cipayung. Status itu merujuk SK Pelatnas PBSI 2020, sebab SK tahun ini belum diterbitkan PBSI karena belum ada promosi dan degradasi.

"Saya belum hitung berapanya. Kurang lebih Rp 100 sampai dua (ratus juta). Kurang lebih 100 juta berdua (dengan Mohammad Ahsan)," sebut juara All England 2019 ini ketika ditanya berapa jumlah kerugiannya.

Simak Video: Hikmah yang Dipetik Indonesia dari Insiden All England

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com