Mirza Bisa Tuai Kecaman Lagi
Rabu, 08 Mar 2006 17:50 WIB
Jakarta - Belum reda kecaman bebeapa kalangan muslim India atas gaya berpakaian Sania Mirza, petenis India beragama Islam itu tampaknya akan mendapat protes lain.Mirza baru-baru ini mengatakan ingin berpasangan lagi dengan pemain Israel Shahar Peer untuk tampil di nomor ganda putri turnamen Pacific Life Open di Indian Wells, AS, minggu ini. Namun niat tersebut tidak terlaksana karena Pheer terlanjur memilih partner lain.Masalahnya, jika Mirza-Sheer berduet lagi, pasangan ini bisa menuai kecaman lagi baik dari kalangan muslim maupun yahudi, sebagaimana terjadi ketika mereka bergabung untuk mengikuti sebuah turnamen di Bangkok bulan Oktober tahun lalu, saat mereka berhasil mencapai babak perempatfinal."Kami memainkan olahraga," terang Mirza tentang rekanannya dengan Pheer di Thailand. "Kami tidak memikirkan politik. Adalah ide yang bagus untuk menggabungkan beberapa budaya, tapi kami bermain bersama karena menginginkannya dan demi hasil yang bagus."Tentang rencananya ingin kembali bekerja sama dengan Pheer, pemain berusia 19 tahun itu mengatakan: "Anda tak bisa mencampuradukkan olahraga dengan hal-hal lain," demikian dikutip Reuters, Rabu (8/3/2006)."Jika saya harus mengikuti stereotip tentang harus jadi apa seorang atlet perempuan di India, maka saya takkan bermain tenis karena tak banyak anak perempuan yang mengangkat raket ketika berumur enam tahun."Mirza, yang juga dikecam karena cara pakaiannya saat bertanding dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai agamanya, sedang mengalami penurunan prestasi. Dari peringkat 31 di akhir 2005, saat ini ia berada di urutan ke-45. Sejak 2006 ia baru memenangi tiga pertandingan di nomor tunggal.Diungkapkan Mirza, ketika seseorang telah dianggap sebagai pahlawan (negaranya), maka tekanan akan menghampiri orang tersebut. Menyangkut dirinya, ia mengingatkan bahwa atlet juga manusia, bukan mesin. "Kami juga punya masa breakdown dan merasa kesepian."Meski begitu Mirza masih ingin meneruskan karirnya di lapangan tenis dengan baik. Di bawah bimbingan pelatih Roger Federer, Tony Roche, ia telah mengubah gaya servisnya dan percaya sedang menciptakan kemajuan dalam permainannya. (a2s/)











































