BWF Dinilai Tak Adil Soal Poin Olimpiade, PBSI Bakal Ajukan Protes?

Mercy Raya - Sport
Kamis, 13 Mei 2021 16:30 WIB
Rionny Mainaky
Kabidbinpres PBSI, Rionny Maniaky, mengungkap wacana melakukan protes ke BWF terkait poin kualifikasi Olimpiade 2020. ((Foto: Dok. PBSI)
Jakarta -

PP PBSI akan mengkaji rencana untuk melakukan protes ke Badminton World Federation (BWF) terkait perhitungan poin Olimpiade. Mereka merasa dirugikan.

Keputusan BWF membatalkan Singapore Open 2021 menjadi pukulan telak buat Indonesia. Sebab, peluang Merah-Putih untuk menambah satu wakilnya di Olimpiade dari cabang bulutangkis tertutup.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang tengah berjuang mengumpulkan poin 'dipaksa' berhenti di posisi sembilan kualifikasi Olimpiade. Padahal, mereka sebelumnya sudah masuk top 8. Setidaknya sampai pekan ke-17, 27 April 2021.

Mereka turun satu tingkat setelah BWF memutuskan untuk memasukkan poin Kejuaraan Eropa sebagai poin Oimpiade. Keputusan itu membuat pasangan Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, yang berada di peringkat sepuluh berhasil menyodok ke atas dan menggeser Hafiz/Gloria.Keduanya berhasil masuk top delapan setelah menjadi finalis di Kejuaraan Eropa 2021.

PBSI menyatakan kerugiannya atas keputusan itu. Terlebih, Kejuaraan Asia sebelumnya juga dibatalkan. Padahal kejuaraan itu menjadi jalan juga buat atlet-atlet Asia menambah poin kualifikasi multievent empat tahunan tersebut.

Kejuaraan Asia seharusnya berlangsung April lalu, namun dibatalkan imbas pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda. Penundaan ini sudah kali kesekian karena merebaknya wabah virus corona di berbagai negara. Kabar penundaan tersebut diumumkan di akun media sosial PBSI.

"Harusnya BWF lebih bijak dan netral dengan tidak memasukkan Kejuaraan Eropa dalam kualifikasi Olimpiade. Apalagi dengan keadaan pandemi COVID-19 ini sekarang, turnamen penting banyak yang batal. Padahal untuk mengejar atau mempertahankan poin Olimpiade sangat penting bagi pemain kita," kata Kabidbinpres PP PBSI Rionny Mainaky dalam keterangan tertulisnya.

Menyoal rencana melayangkan protes ke BWF, Rionny mengatakan, bakal mengkaji lebih dulu terkait dampak positif dan negatif terhadap atletnya. "Kalau memang perlu, PBSI akan layangkan surat kepada BWF untuk peninjauan. Atau kalau memang layak untuk protes, akan kita lakukan," ujarnya.

"Jika dari Badminton Asia Confederation (BAC) setuju dan kita bisa mengajak negara-negara Asia yang merasa dirugikan mendukung dan mau mengajukan protes ke BWF, ini akan lebih bagus," dia menambahkan.

Richard Mainaky, pelatih ganda campuran Indonesia, menyatakan dukungannya agar PBSI melakukan diskusi dengan BWF. Tujuannya agar ada penyesuaian kembali atau perubahan. "Semoga dengan protes atau diskusi ini, BWF bisa mengambil kebijakan dana keputusan yang adil bagis semua pemain terutama Hafiz/Gloria," kata Richard.



Simak Video "Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)