Hidup-Mati Markis Kido di Lapangan Bulutangkis

Mohammad Resha Pratama - Sport
Selasa, 15 Jun 2021 05:00 WIB
Tangerang -

Markis Kido mendedikasikan hidupnya untuk bulutangkis Indonesia. Dia pun pergi meninggalkan kita semua di lapangan bulutangkis. Selamat jalan, Kido!

Kabar duka datang dari dunia perbulutangkisan Indonesia, Senin (14/6/2021) malam WIB. Mantan pebulutangkis top Markis Kido menghembuskan nafas terakhirnya saat sedang bermain badminton di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang.

Kido sempat dilarikan ke rumah sakit Omni Alam Sutera tapi nyawanya tidak tertolong lagi. Diduga Kido meninggal karena gagal jantung karena dia sempat kolaps di lapangan bulutangkis.

Padahal Kido sempat bermain dan kondisinya baik-baik saja. Dia bahkan sempat bercanda dengan rekan-rekannya di sana termasuk sesama eks pemain badminton Candra Wijaya.

Pertolongan pertama pun sudah dilakukan oleh Candra tapi takdir berkata lain, Kido harus menutup mata selama-lamanya saat sedang bermain bulutangkis. Ya, olahraga yang begitu dicintainya dan membuat namanya harum.

Bagaimana tidak, Kido adalah legenda bulutangkis Indonesia karena mampu mempersembahkan medali emas Olimpiade 2008 di Beijing bareng Hendra Setiawan. Keduanya bahkan sempat jadi ganda nomor satu dunia.

Selain di Olimpiade, Hendra/Markis juga berjaya di beberapa ajang bergengsi lain seperti SEA Games (2005, 2007, 2009), BWF World Championships 2007, Asian Badminton Championships 2005 dan 2009, Asian Games 2010.

Maka kepergiannya saat sedang bermain bulutangkis seperti sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa.

"Dia sepertinya memang maunya (hidup dan matinya) di lapangan kali ya. Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat," ujar Ibunda Kido, Zul Asteria, yang tampak tegar menjelaskan kondisi putra pertamanya tersebut.

"Saya kira tadi hanya stroke, karena dia kan punya darah tinggi terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah. Saya berdoanya begitu tapi ternyata mas Kido diambil," lanjut Zul seperti dikutip dari situs resmi PBSI.

(mrp/raw)