Jonatan Christie Enjoy Latihan di Kumamoto

Mercy Raya - Sport
Kamis, 15 Jul 2021 21:00 WIB
Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia.
Jonatan Christie Enjoy Latihan di Kumamoto. Foto: Dok. PBSI
Jakarta -

Tujuh hari berada di Prefektur Kumamoto untuk menjalani pemusatan latihan jelang Olimpiade Tokyo 2020, tim bulutangkis Indonesia berlatih dengan fokus dan nyaman Tidak terkecuali pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie.

Jojo, begitu ia karib disapa, mengaku terkesan dengan cara warga Kumamoto melayani tamunya. Tim bulutangkis Indonesia memang merasa dapat sambutan hangat dari warga setempat dalam menjalani persiapan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

"Suasana training camp di sini sangat menyenangkan. Mereka sangat welcome kepada kami, semua tim Indonesia," ucap Jonatan dalam rilis PBSI.

"Mereka benar-benar melayani kami dengan sangat baik. Semuanya serba well prepared. Jadi kami bisa fokus di latihannya. Tidak harus memikirkan hal-hal lain," lanjutnya.

"Terima kasih untuk semua yang terlibat untuk mendukung tim Indonesia selama di sini. Terima kasih sudah memberikan pelayanan yang maksimal. Saya enjoy dan bahagia," ucap Jonatan Christie.

Hanya saja peraih medali emas Asian Games 2018 ini menyayangkan pandemi COVID-19 yang belum usai, sehingga membuat ruang geraknya menjadi terbatas terkait protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah Jepang. Hal ini membuat ia dan seluruh tim tidak bisa lebih jauh menikmati kota Kumamoto.

Sebagai gambaran, PBSI mengirim atlet olimpiadenya untuk training camp di prefektur Kumamoto dalam upaya menyesuaikan iklim pertandingan di Olimpiade Tokyo 2020.

Harapannya, Jonatan Christie dkk juga lebih siap saat bertanding mulai 24 Juli sampai 2 Agustus di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Selain Jonatan, kontingen bulutangkis Indonesia juga mengirim Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Gregoria Mariska Tunjung, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti.

Mereka didampingi empat atlet sparing, dan lima pelatih, serta lima tim pendukung yang terdiri dari dokter, masseur, fisioterapi, pelatih fisik dan sport science, serta manajer tim.

(mcy/krs)