Tenis Olimpiade Tokyo: Raih Emas, Belinda Bencic Ukir Sejarah

Yanu Arifin - Sport
Minggu, 01 Agu 2021 08:30 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 31: Belinda Bencic of Team Switzerland poses with her gold medal from the podium during the medal ceremony after defeating Marketa Vondrousova of Team Czech Republic in the Womens Singles Gold Medal match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Ariake Tennis Park on July 31, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Belinda Bencic mengukir sejarah baru usai memenangkan medali emas tenis Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Clive Brunskill/Getty Images)
Tokyo -

Belinda Bencic meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang tenis. Atlet 24 tahun itu mengukir sejarah baru.

Final tenis tunggal putri Olimpiade Tokyo 2020 mempertemukan Bencic vs petenis Republik Ceko, Marketa Vondrousova di Ariake Tennis Park, Tokyo, Sabtu (31/7/2021). Laga berjalan ketat.

Bencic, yang menjadi unggulan ke-9, memenangi set pertama dengan skor 7-5. Namun, Vondrousova merebut set kedua dengan kemenangan 6-2.

Di set kedua, Bencic yang keluar menjadi pemenang, dengan skor 6-3. Medali emas sukses digondol petenis 24 tahun itu.

Bagi Bencic, medali emas Olimpiade Tokyo 2020 menjadi capaian penting pertamanya di tenis. Sebab, ia belum pernah memenangi gelar utama di tenis profesional.

TOKYO, JAPAN - JULY 31: Belinda Bencic of Team Switzerland is celebrates defeating Marketa Vondrousova of Team Czech Republic to win the gold medal after the Women's Singles Gold Medal match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Ariake Tennis Park on July 31, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)Belinda Bencic merayakan kemenangan atas Marketa Vondrousova di final tenis Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Clive Brunskill/Getty Images

Selain itu, capaian Belinda Bencic di Olimpiade Tokyo 2020 melampaui legendanya, Martina Hingis. Mantan ratu tenis dunia itu bahkan belum pernah meraih emas, dengan capaian terbaiknya cuma merebut perak di Olimpiade Rio de Janeiro lima tahun lalu.

Bahkan di nomor tunggal putra, belum ada lagi yang bisa memenangi medali emas untuk Swiss sejak Marc Rosset meraihnya di Olimpiade 1992. Adapun emas cuma datang dari ganda putra, ketika Roger Federer dan Stan Wawrinka memenangkannya di Beijing pada 2008.

Sepanjang sejarah, tenis sendiri baru menyumbang dua emas dari Rosset dan duet Federer/Wawrinka. Artinya, Bencic mengukir sejarah menjadi penyumbang emas ketiga, sekaligus petenis putri pertama Swiss yang memenangkannya.

Bencic sendiri dilatih Melanie Molitor, ibu Martina Hingis. Ia mendedikasikan medali emas yang diraih kepadanya, juga kepada Federer, petenis putra terbaik Swiss aat ini.

"Saya pikir saya melakukannya untuk mereka. Mereka sudah banyak melakukan sesuatu dalam kariernya. Saya tidak berpikir saya akan pernah bisa mencapai apa yang mereka lakukan. Jadi itu untuk Martina dan Roger [Federer]," kata Bencic, dilansir Marca.

Bukan cuma satu emas, Bencic bahkan berpeluang menggandakannya. Di nomor ganda putri, ia juga bisa ke final bersama tandemnya, Viktorija Golubic. Keduanya akan menghadapi petenis Ceko lagi, Katerina Siniakova/Barbora Krejcikova, Minggu (1/8).

"Sulit dipercaya bisa memiliki dua medali, memiliki satu emas dan yang lainnya masih harus diputuskan. Saya akan memberikan semua energi yang tersisa dalam diri saya," kata Belinda Bencic.

(yna/adp)