Anthony Ginting Soal Lelah yang Terbayar Lunas di Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Senin, 02 Agu 2021 20:14 WIB
Jakarta -

Anthony Sinisuka Ginting bersyukur usai mengamankan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Lelah pemain 24 tahun itu akhirnya terbayar lunas.

Tampil di Musashino Forest Plaza, Senin (2/8/2021), Ginting menghadapi wakil Guatemala, Kevin Cordon, dalam perebutan peringkat ketiga tunggal putra. Ia berhasil menang dua gim 21-11, 21-13 atas Cordon.

Meskipun meraih medali perunggu, Ginting sukses pecah telur dengan medali tersebut. Sebab, tunggal putra terakhir kali meraih medali emas dan perunggu pada Olimpiade 2004 Athena. Medali itu dipersembahkan Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Usai tanding, Ginting membeberkan perasaaannya.

"Pertama-tama, saya bersyukur kepada Tuhan. Ini Olimpiade pertama saya. Saya sangat menginginkan emas tetapi lawan saya tangguh. Saya juga telah bekerja keras untuk tetap fokus dan maju ke pertandingan hari ini. Saya senang dengan penampilan saya hari ini dan senang dengan medali perunggu," kata Ginting dalam laman BWF.

Anthony Ginting mengungkapkan kunci keberhasilannya karena sudah mempelajari permainan Cordon saat menghadapi wakil Denmark Viktor Axelsen di partai semifinal.

"Saya mencoba menonton pertandingan terakhirnya melawan Axelsen. Saya ingin belajar cara bermain dengannya, dan saya berhasil melakukannya dengan baik hari ini," ujarnya.

Terlepas dari hasil, Anthony Ginting relatif puas dengan kerja keras yang ia lakukan sepanjang keikutsertaannya di Olimpiade yang sudah dimulai sejak 23 Juli 2021.

"Merasa lelah tentu saja (tertawa) secara mental dan fisik, karena ini adalah dua minggu yang sangat sulit. Saya sudah berusaha keras untuk menjaga fokus saya baik di dalam maupun di luar lapangan," ujarnya.

(mcy/cas)