Borg: McEnroe Penyelamat Tropiku
Rabu, 29 Mar 2006 06:37 WIB
London - Siapa yang paling berjasa atas diurungkannya niat Bjorn Borg menjual tropinya? John McEnroe adalah orangnya. Rival mantan petenis asal Swedia itu menjadi sosok penting atas keputusan Borg tersebut.Seperti diberitakan sebelumnya Borg berniat untuk menjual lima tropi Wimbledon dan dua raket bersejarah miliknya. Faktor ekonomi dan finansial menjadi alasan mantan petenis top dunia itu berencana untuk menjual barang-barang bernilai historis tinggi itu.Untungnya Selasa (28/3/2006) lalu Borg mengurungkan niatnya. Teka-teki pun muncul mengenai siapa sosok yang berhasil mengurungkan niat petenis yang pernah menjadi pengusaha sukses itu.Adalah McEnroe yang memberi masukan Borg untuk tidak menjual tropi dan raketnya. "Ketika John McEnroe menghubungi saya beberapa kali dan kemudian saya mulai berpikir apa yang saya lakukan ini, bisa jadi saya saat itu terbangun dari tidur saya," ungkap Borg kepada harian Swedia Expressen, Rabu (29/3/2006).Borg pun mengungkapkan penyesalan mendalam karena hampir saja melakukan kesalahan bodoh. Ia juga mengungkapkan terima kasihnya kepada McEnroe.Di lain pihak Borg juga menyangkal bahwa alasan ekonomi menjadi dasar dirinya untuk menjual barang-barangnya tersebut. "Saya tidak semiskin itu. Bisnis berjalan bagik-baik saja dan tidak ada permasalahan sama sekali. Saya merasa saya hanya capek melihat barang-barang lama berserakan dimana-mana di rumah ini. Saya berpikiran mungkin barang-barang tersebut bisa membawa kebahagiaan kepada penggemar yang memiliki antusiasme di dunia tenis," tuturnya.Sekarang Borg harus menebus tropi dan raket miliknya itu di balai lelang Bonhams di London, Inggris. Berapa harga untuk menebusnya, Borg tidak mau mengungkapkannya.Borg juga menegaskan bahwa barang-barang tersebut tidak akan pernah lagi keluar dari rumahnya untuk dijual. "Saya bisa menjanjikan satu hal, barang-barang ini tidak akan dijual. Tidak akan pernah!" tegasnya.Foto: John McEnroe (kiri) menjadi penasehat bagi Bjorn Borg untuk tidak menjual tropinya (BBC). (ian/)











































