Kisah Last Minute Eng Hian Bisa Dampingi Greysia/Apriyani Raih Medali

Mercy Raya - Sport
Kamis, 19 Agu 2021 17:10 WIB
Pelatih Pelatnas Ganda Putri PBSI Eng Hian
Eng Hian sempat tak masuk ke dalam daftar kontingen indonesia yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Keberhasilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas Olimpiade tak lepas dari peran Eng Hian. Dia sempat tak masuk dalam daftar kontingen ke Tokyo.

Hal itu diungkapkan Eng Hian di sela-sela seremoni pemberian penghargaan yang dihelat secara daring, Kamis (19/8/2021). Ia mengaku namanya baru masuk setelah empat hari menjelang keberangkatan ke Olimpiade 2020.

"Iya, last minute saya baru bisa berangkat. Kami ke Kumamoto pada 8 Juli, saya baru diinfokan 4 Juli atau empat hari sebelum berangkat," kata Eng Hian.

Pelatih yang karib disapa Koh Didi ini mengatakan sempat ada pergumulan dalam dirinya karena harus mengatakan kabar tersebut kepada anak asuhnya, Greysia/Apriyani.

"Itu sempat jadi pergumulan sedikit, ketegangan juga karena saya menyampaikan hal itu kepada Greysia/Apriyani tidak akan mudah. Tapi berjalannya proses Greysia/Apriyani bisa mengikuti," ujarnya.

"Sebab, mau diapain sudah tidak bisa. Ini sudah keputusan dari NOC. Keputusan (bahwa) memang saya, ganda putri ini kan tidak diperhitungkan."

Meskipun begitu, Koh Didi tak berkecil hati. Ia tetap memotivasi atletnya untuk tetap berjuang dengan atau tanpanya di Tokyo.

"Ini menjadi momen yang bagus untuk memotivasi mereka. 'Ayo dong, dari kalian, dari tangan kalian, ini mudah-mudah jalannya ganda putri akan diperhitungkan. Jadi sekarang tidak perlu dipikirkan, kalian fokus saja'," dia mengungkapkan.

"Tapi ya, ternyata dikasih jalan yang lain. Empat hari sebelum berangkat , nama saya ada lagi. Saya bisa masuk."

Di sisi lain, Eng Hian juga senang meskipun sempat ada pergolakan dalam dirinya usai namanya tidak masuk dalam daftar orang yang berangkat ke Tokyo. Tapi akhirnya, ia tetap bisa jalan ke Jepang meski mepet.

"Yang pasti senang, lega, anak-anak juga senang karena bisa didampingi pelatihnya sendiri. Ya, itu mungkin salah satu faktor yang menambah motivasi mereka untuk lebih membuktikan bahwa ternyata 'Benar kata pelatih saya, sektor saya ini tak dipandang'," dia mengungkapkan.

Bagaimanapun, Greysia/Apriyani telah menyelamatkan wajah Indonesia, khususnya bulutangkis usai mempersembahkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Setelah dua sektor yang diandalkan meraih medali emas yakni ganda putra dan ganda campuran, bertumbangan tanpa sempat mencicipi final Olimpiade. Bahkan untuk meraih medali.

"Ya mudah-mudahan setelah ini sektor ganda putri akan lebih diperhatikan oleh PBSI maupun dari Kemenpora, atau NOC Indonesia untuk tidak meng-under estimate (ganda putri)," Eng Hian menegaskan.

(mcy/cas)