Ironi Piala Thomas: Indonesia Juara Tanpa Kibaran Merah Putih

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Minggu, 17 Okt 2021 22:31 WIB
Bendera PBSI, Piala Thomas 2020,
Indonesia tak bisa mengibarkan bendera Merah-Putih saat juara Piala Thomas 2020. (Foto: Badminton Photo)
Jakarta -

Indonesia akhirnya juara Piala Thomas, menyudahi penantian 19 tahun. Tapi ironisnya, Indonesia tak bisa mengibarkan Merah-Putih di podium tertinggi.

Indonesia memastikan diri juara Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0 di Ceres Arena, Aarhus, Minggu (17/10/2021) malam WIB. Tiga poin itu dipersembahkan oleh Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Jonatan Christie.

Ini jadi gelar Piala Thomas pertama buat Indonesia sejak 2002 silam. Kala itu, tim bulutangkis putra Indonesia menang 3-2 atas Malaysia di Guangzhou, China.

Gelar juara di Denmark kali ini sekaligus menambah koleksi Indonesia di Piala Thomas menjadi 14 titel. Tim Merah-Putih unggul dari China yang mengoleksi 10 gelar juara.

Ironisnya, Indonesia justru tak bisa mengibarkan bendera kebanggaan Merah-Putih usai mengakhiri puasa gelar selama 19 tahun. Seperti diketahui, Indonesia dijatuhi sanksi oleh Badan Antidoping Dunia (WADA).

Sebabnya adalah Indonesia tidak patuh dalam menerapkan program pengujian yang efektif. Indonesia pun tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan regional hingga dunia selama penangguhan, selain juga tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite.

Indonesia masih diperbolehkan ikut pertandingan-pertandingan di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia, tapi tak boleh membawa nama dan mengibarkan bendera negara selain di ajang Olimpiade.

Alhasil, usai Jonatan Christie memastikan kemenangan, Indonesia naik podium pertama dengan iringan bendera PB PBSI.



Simak Video "Jamuan-Selebrasi KBRI Denmark untuk Tim Thomas Uber Cup 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)