Ketika Jonatan Christie Disebut Monster oleh Ganda Denmark

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 23 Okt 2021 14:00 WIB
Jonatan Christie of Indonesia reacts after winning against Denmarks Anders Antonsen during the Thomas Cup mens team semifinal badminton match in Aarhus, Denmark, Saturday, Oct. 16, 2021. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)
Ketika Jonatan Christie Disebut Monster oleh Ganda Denmark (AP)
Jakarta -

Jonatan Christie sukses mencuri perhatian para pebulutangkis dunia tak hanya di sektor tunggal putra. Ganda putra Denmark bahkan kagum dengan kekuatan kakinya. Sampai-sampai Jonatan disebut monster.

Momen itu dibagikan akun Instagram BWF. Saat itu, pahlawan yang berhasil membawa Indonesia juara di Piala Thomas 2020 itu tertangkap kamera tengah melakukan wawancara usai bertanding di Denmark Open 2021.

Saat itu, Jonatan tengah menyinggung soal perbedaan bermain di kejuaraan beregu Piala Thomas dengan turnamen Denmark Open yang tengah dijalani saat itu.

"Ketika kamu bermain di Piala Thomas dan Piala Sudirman, kamu harus memiliki ...," kata Jonatan.

Tetiba, pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang akan melakukan wawancara di mixzone menginterupsi pernyataan Jonatan.

"Monster," sebut Rasmussen seraya menunjuk dada Jonatan.

"Kamu punya kaki yang kuat," lanjutnya lagi.

Jonatan Christie pun seketika teralihkan pandangannya dan tertawa. Peraih medali emas Asian Games itu pun membalas dengan menjawab, "Kamu juga."

Sesi wawancara itu pun seketika pecah sebelum akhirnya Jonatan kembali melanjutkan jawabannya.

"Di Thomas Cup kita tidak hanya fisik bagus, tapi di sini (Denmark Open) kita juga harus punya teknik yang baik dan strategi yang bagus," tutupnya.

Apa yang diungkapkan Rasmussen sangat lah wajar. Menukil situs resmi BWF, pemain yang karib disapa Jojo ini tercatat sebagai pebulutangkis yang memiliki stamina kuat.

Hal itu terbukti di babak penyisihan ia melakoni laga yang nyaris seluruhnya lebih dari 1 jam. Sebut saja saat kontra dengan Ng Tze Yong, ia menghabiskan waktu 75 menit, kemudian 100 menit untuk menumbangkan Anders Antonsen, dan Li Shi Feng dalam waktu 80 menit.

Bahkan Antonsen sendiri pernah memuji stamina Jonatan di lapangan dan hendak menantang juara New Zealand dan Australia Open 2019 itu untuk bermain lagi selama 105 menit.

Sayangnya, rencana itu gagal tersaji di Denmark Open 2021. Keduanya sudah kalah di babak-babak awal. Antonsen lebih dulu tersingkir di babak ketiga dari Sameer Verma dengan skor 14-21, 18-21.

Sedangkan Jonatan memutuskan mundur di perempatfinal setelah menderita sakit pinggang saat menghadapi unggulan pertama Kento Momota.

Ia retired saat skor 13-21, 0-15 dari Kento. Padahal jika keduanya sukses melaju kemungkinan berjumpa di semifinal Denmark Open besar terjadi.

(mcy/aff)