PBSI Belum Mau Beberkan Target di Indonesia Masters 2021 karena...

Mercy Raya - Sport
Rabu, 03 Nov 2021 19:50 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images)
Foto: Ben Hoskins/Getty Images
Jakarta -

Setelah sempat mengalami penundaan, Indonesia Masters 2021 akhirnya siap digelar. Untuk turnamen tersebut, PBSI membeberkan alasan belum mau memasang target.

Indonesia Masters akan berlangsung di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, mulai 16-21 November 2021. Sebab, digelar di tengah pandemi COVID-19, turnamen ini pun menerapkan sistem gelembung dan tanpa dihadiri penonton.

Di ajang yang diprediksi bakal dihadiri 300-an peserta dari 26 target itu, PBSI belum mematok target. Padahal pada edisi sebelumnya, Indonesia sukses merebut tiga gelar dari tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna lantas memberikan pertimbangannya.

"Saya harus evaluasi dulu kondisi terakhir teman-teman (atlet). Sudah tentu kami ingin sukses penyelenggaraan dan prestasi. Tapi harus dipahami kita baru saja mendapatkan salah satu simbol supremasi dunia (Piala Thomas) dan atlet -atlet junior sudah berhasil juga menjuarai turnamen, kami berterima kasih," kata Agung dalam jumpa pers virtual Rabu (3/11/2021).

"Saat ini yang bisa disampaikan kami tidak menyatakan target tapi kami mendorong agar atlet-atlet kita dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan terlebih dulu kita evaluasi kondisi," ujarnya.

Apa yang disampaikan Agung sangat lah wajar mengingat atlet-atlet Indonesia dalam perfoma yang tidak sepenuhnya fit.

Tenaga mereka sudah habis terkuras usai mengikuti turnamen di Eropa yang dimulai sejak pertengahan September lalu hingga November ini. Dari mulai Piala Sudirman hingga German Open, dan masih berlangsung sampai 7 November mendatang.

Bahkan, dua atlet di antaranya sudah menjadi korban padatnya jadwal yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang memutuskan mundur dari French Open karena sakit pinggang. Mereka juga tak ikut German Open.

"Jonatan Christie perlu dilihat kondisinya seperti apa, Anthony Ginting juga sedang kami evaluasi. Tapi sejauh ini mereka berkomitmen ikut dalam event ini (Indonesia Masters). Semuanya ingin ikut dalam event ini. Jadi saya tidak bicara target dulu ya karena kami belum selesai evaluasinya," tuturnya.

"Yang jelas teman-teman atlet harus dikumpulkan dulu semua karena mereka belum pulang. Setelah hasil evaluasi dapat baru akan ada target," Agung menegaskan.

(mcy/krs)