Atlet Padat Turnamen, Ini Tantangan Tim Pelatih Bulutangkis Indonesia

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Minggu, 14 Nov 2021 12:00 WIB
Nova Widianto, pelatih ganda campuran
Foto: Rifqi Ardita Widianto/detikcom
Jakarta -

Para pebulutangkis Indonesia menjalani jadwal padat di periode akhir tahun 2021. Selepas tur panjang di Eropa, kini rangkaian kejuaraan di Bali menanti.

Atlet-atlet top Merah-Putih melalui jadwal super padat, setidaknya sejak pertengahan tahun. Sedari di Piala Sudirman, mereka lanjut tampil di Piala Thomas & Uber, lalu ke Denmark Open 2021, French Open 2021, dan German Open 2021.

Untuk para pemain ganda campuran seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, beban fisik dan mental agak sedikit berkurang karena tak tampil di Piala Thomas & Uber. Meski demikian, tampil di Piala Sudirman, lalu mengikuti Denmark, French, dan German Open 2021 tetap jadi rangkaian yang cukup melelahkan.

"Yang pasti capek ya, bukan cuma capek di badannya aja, tapi juga capek di pikirannya juga. Jenuh juga ya di Eropa. Cuma kan mau enggak mau, ya, semua pemain juga merasakan, jadi bukan sebuah alasan lah," ungkap pelatih ganda campuran Nova Widianto di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (14/11) siang WITA.

"Harus biasa diatasi, pemain kita harus bisa. Karena semua pemain juga capek. Apalagi sekarang nyambung di Bali juga, semua juga capek, jetlag juga. Tapi harus diatasi, mereka juga mesti disiplin."

Buat tim pelatih, menangani atlet yang tengah melalui jadwal sepadat ini juga tak mudah. Program latihan mesti diatur sedemikian rupa karena beban latihan tak bisa terlalu berat.

"Kalau sudah beruntun seperti ini ya kita cuma bisa menjaga kondisi aja ya, jadi enggak bisa meningkatkan. Kadang-kadang bukan cuma di latihannya aja, tapi juga di pikiran," sambung Nova.

"Dengan turnamen beruntun gini, apalagi hasilnya di awal-awal jelek, itu pasti terpengaruh pikirannya. Tapi kalau kita yakin tetap berusaha terus, lama-lama bisa balik lagi lah."

"Memang enggak gampang sih, kita sendiri sebagai pelatih juga agak kesusahan ya, apalagi pemain. Jadi kita harus bisa merasakan juga, harus bisa mengerti. Ini kan baru pertama kali, sebelum-sebelumnya kan enggak pernah terjadi."

"Apalagi di Eropa bisa 1,5 bulan ya, dulu paling lama kan cuma tiga pertandingan. Ini belum pernah ada yang merasakan sebelumnya. Ya jadi kita cuma menjaga aja, sekaligus menjaga fokus dan semangatnya," ungkap peraih perak Olimpiade 2008 Beijing tersebut.

(raw/krs)