Anthony Ginting Langsung Tersingkir karena Kurang Sabar

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Rabu, 17 Nov 2021 18:33 WIB
Bali -

Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak pertama Indonesia Masters 2021. Ia mengakui agak kurang sabar menghadapi situasi dan kondisi di lapangan.

Anthony Ginting kalah dari tunggal Thailand Kunlavut Vitidsarn dalam laga tiga gim 21-19, 14-21, 13-21 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Rabu (17/11/2021) sore. Setelah merebut gim pertama, Ginting gagal merebut kendali permainan di gim kedua dan ketiga dari Kunlavut.

Unggulan kelima tersebut mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi di lapangan membuat para pemain harus main lebih sabar. Hal ini yang diakui Ginting belum maksimal tadi.

"Pertama-tama saya mengucap syukur karena bisa bermain tanpa cedera sampai beres tadi. Menurut saya hari ini permainan Kunlavut dari awal sampai akhir jarang membuat kesalahan sendiri, itu yang kunci utamanya," katanya dalam jumpa pers usai pertandingan.

"Tadi yang saya rasakan memang koknya cukup berat, jadi harus main sabar. Jadi kayak serangan-serangan yang biasa jadi andalan saya, ketika enggak bisa langsung mematikan lawan, nah di situ seharusnya lebih sabar lagi buat mengolah bolanya lagi," imbuhnya.

Kunlavut, yang notabene pemain non-unggulan, memang diwaspadai karena semangat nothing to lose-nya. Ginting memuji kesabaran atlet 20 tahun tersebut di laga tadi.

"Tadi lebih sabar sih dia, karena mungkin yang saya rasakan tadi kita sama-sama enggak bisa langsung mematikan lawan dari serangan-serangan kita. Memang dari faktor koknya itu enggak bisa langsung mematikan lawan lewat smes," sambung Ginting.

"Jadi memang harus sabar-sabar, rally-rally, baru masuk serangannya. Jadi enggak bisa langsung dari awal menyerang gitu, karena memang mungkin Kunlavut juga udah baca permainan saya. Kita sama-sama membaca permainan sih, cuma mungkin di set kedua dan ketiganya masih kurang sabar."

"Terus waktu dia ubah strategi, saya juga kurang cepat untuk menyesuaikan. Saya sudah coba yang terbaik hari ini," ujarnya.

Apakah tekanan sebagai tuan rumah dan status juara bertahan juga mengambil peran?

"Enggak sih, saya enggak ada mikir terbebani atau apa. Saya enggak mikir ke sana sih. Karena ini Indonesia Masters di tahun yang baru lagi, otomatis gelar yang sebelumnya ya di tahun itu saja. Saya anggapnya ya mulai dari nol lagi," sahutnya.

(raw/krs)