Pram/Yere Kalah Akibat Tak Bisa Keluar dari Tekanan Hoki/Kobayashi

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Rabu, 01 Des 2021 19:05 WIB
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Foto: Rifqi Ardita Widianto/detikSport)
Nusa Dua -

Ganda muda Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah di laga pertama BWF World Tour Finals 2021. Mereka gagal lepas dari tekanan.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menghadapi ganda Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada partai pertama BWF World Tour Finals 2021, di Bali International Convention Center, Rabu (1/12/2021) sore. Pram/Yere takluk 21-14 dan 21-19 dari jawara Indonesia Masters 2021 tersebut.

Pada set pertama, pasangan Indonesia berjuluk Prayer itu dalam posisi terus tertekan sedari awal. Mereka mencoba bangkit di gim kedua dan sempat memberikan perlawanan ketat, meski akhirnya kalah di poin-poin akhir.

"Tadi pertandingannya mungkin set pertama ketinggalan ya. Tapi di set kedua udah mulai mengimbangi, sempat unggul, tapi di poin-poin akhirnya mungkin masih kurang sabar, masih terburu-buru jadi bisa kesusul," ungkap Pram kepada para wartawan usai pertandingan.

"Kali ini mereka lebih menyerang sih mainnya, kalau kemarin (Indonesia Open 2021) masih ngasih celah kami buat menyerang, jadi kami masih enak. Kalau hari ini enggak ngasih kesempatan untuk menyerang."

"Jadi mungkin beberapa poin aja terus bisa balik serang lagi. Sementara kita defend-nya belum begitu rapet, jadi dia pintar cari celah sih," sambungnya.

"Paling evaluasinya sih dari ketenangan, fokus, sama start awalnya. Jadi kita jangan mau ketinggalan start awalnya, tadi kita kalah di start awalnya sih," timpal Yere.

Kalah di partai pertama, Pram/Yere punya kesempatan untuk merebut poin-poin di dua partai berikutnya demi lolos ke semifinal. Mereka selanjutnya akan melawan ganda Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dan menutup fase grup kontra Christo Popov/Toma Junior Popov.

Pram/Yere tak membebani diri dengan pikiran harus menang di partai-partai selanjutnya setelah kalah. Mereka mau fokus ke permainan saja.

"Kami enggak mau berpikir terlalu jauh sih, jadi fokus ke pertandingan besok aja. Mau all-out aja, mau kasih yang terbaik. Lagipula main di World Tour Finals sudah jadi kebanggaan buat kami, jadi mau main all-out aja, menang kalah bonus," kata Pram.

(raw/aff)