ADVERTISEMENT

Tersingkir, Pram/Yere Belajar Banyak dari BWF World Tour Finals

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Kamis, 02 Des 2021 21:40 WIB
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mendapat pengalaman berharga buat di BWF Tour Finals 2021. (Foto: detikcom/Rifqi Ardita Widianto)
Jakarta -

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dipastikan tersingkir dari BWF World Tour Finals 2021. Tapi ini jadi pengalaman berharga buat mereka.

Ganda putra masa depan Indonesia tersebut menelan kekalahan kedua di fase grup BWF World Tour Finals 2021, Kamis (2/12/2021) sore. Pram/Yere kalah 21-12, 11-21, dan 18-21 dari ganda Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dalam laga di Bali International Convention Center.

Hasil ini memastikan Pram/Yere tersingkir di fase grup setelah menelan dua kekalahan. Pasangan berjuluk Prayer itu sebelumnya kalah dari ganda Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

"Pertandingan hari ini cukup melelahkan ya, sempat rame juga permainannya tadi. Di set pertama bisa menang jauh karena mereka belum terlalu menekan kita. Kitanya masih enak mainnya," kata Yere usai pertandingan.

"Pas set kedua kita lebih tertekan. Akhirnya enggak bisa keluar dari tekanan. Nah pas set ketiga udah mulai enak lagi mainnya, sampe di 11-8, kita mulai mati-mati sendiri. Terlalu nafsu mungkin, karena udah 11-8 merasanya 'Wah bisa menang nih' jadi malah mati sendiri," ujarnya.

"Mungkin tadi ada chance menang ya, tapi menurut saya sih karena, mungkin sama-sama capek, kami kurang tahan aja sih. Fokusnya enggak bisa di-maintain, jadi harusnya bisa poin tapi malah mati sendiri," imbuh Pram.

Pram/Yere selanjutnya akan menghadapi Christo Popov/Toma Junior Popov untuk menentukan posisi akhir di klasemen, ketiga atau keempat. Tiket semifinal sudah dikunci Hoki/Kobayashi dan Yew Sin/Ee Yi.

Meski gagal lolos ke empat besar, bisa tampil di World Tour Finals sendiri sudah jadi sebuah pencapaian buat Pram/Yere. Bertanding dengan ganda-ganda yang lebih berpengalaman jadi modal berharga buat ke depannya.

"Pengalamannya buat saya sendiri lebih ke soal ngatur stamina dan pola permainannya di lapangan, jangan terlalu menggebu-gebu terus capek sendiri," ungkap Yere.

"Dari kualitas mungkin ya, kami masih kurang untuk di top level. Terus juga mentalitas masih terlalu, seperti yang tadi Yere bilang, menggebu-gebu dan enggak bisa kontrol. Menurut saya itu sih yang harus dibenahi," tambah Pram.



Simak Video "Timnas Indonesia Sukses Sungkurkan Curacao (Lagi)"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT