Novak Djokovic Mau Buka-bukan soal Insiden di Australia

Bayu Baskoro - Sport
Kamis, 03 Feb 2022 20:15 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - JANUARY 13: Novak Djokovic of Serbia looks on during a practice session ahead of the 2022 Australian Open at Melbourne Park on January 13, 2022 in Melbourne, Australia. (Photo by Graham Denholm/Getty Images)
Novak Djokovic dideportasi dari Australia. (Foto: Getty Images/Graham Denholm)
Jakarta -

Novak Djokovic diusir dari Australia setelah dianggap melanggar protokol kesehatan. Petenis Serbia itu siap buka-bukaan soal kasusnya itu dalam waktu dekat.

Djokovic batal mengikuti ajang Australian Open di Melbourne pada awal tahun 2022. Dia ketahuan belum menjalani vaksinasi penuh COVID-19 dan sempat terpapar virus Corona.

Petenis 34 tahun itu mengklaim memiliki izin medis khusus yang diberikan penyelenggara Australia Open. Pembelaan Djokovic ditolak otoritas Negeri Kangguru.

Novak Djokovic sempat menjalani karantina di Melbourne, sebelum visanya dicabut otoritas Australia. Dia kemudian dipulangkan kembali ke negara asalnya, Serbia.

Keputusan Australia mendeportasi Djokovic dikecam Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. Dia menyebut Djokovic mendapat informasi menyesatkan berupa iming-iming dispensasi medis untuk main di Australian Open.

Tidak hanya itu, Vucic juga berterima kasih kepada Djokovic karena telah banyak mengharumkan nama Serbia. Djokovic diakuinya sebagai duta negara di bidang olahraga, khususnya tenis.

"Terima kasih telah sangat mencintai Serbia dan sudah melakukan begitu banyak untuk negara ini," Vucic memberikan pujian kepada Djokovic.

Djokovic menyampaikan terima kasih atas dukungan Vicic dan rakyat Serbia secara keseluruhan. Pemilik sembilan titel Australia Open itu berjanji mengungkapkan fakta yang dialaminya dalam beberapa hari ke depan.

"Rasa terima kasih saya kepada orang-orang Serbia tumbuh lebih kuat dari hari ke hari. Setelah apa yang terjadi di Australia, saya tahu ikatan ini akan bertahan selamanya," kata Novak Djokovic, dikutip dari Marca.

"Harap bersabar. Saya akan membahas lebih detail tentang semua yang terjadi di sana dalam 7-10 hari ke depan," ujarnya.

(bay/krs)