Liem Swie King Sepakat dengan Taufik Hidayat soal Tunggal Putra Kini

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 16 Apr 2022 15:35 WIB
MS Players name : 
Anthony Sinisuka GINTING (INA) [5]

Credit Photo : HUMAS PP PBSI

Location:
Hotel Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia.

Order of Play Wednesday, 24 November 2021
Result :
https://www.tournamentsoftware.com
or
https://bwfworldtour.bwfbadminton.com
Liem Swie King Sepakat dengan Taufik Hidayat soal Tunggal Putra Kini (dok PBSI)
Jakarta -

Setelah Taufik Hidayat, legenda bulutangkis Liem Swie King juga mengungkapkan penilaian yang sama buat prestasi tunggal putra Indonesia. Jonatan Christie dkk dianggap belum mencapai kelas dunia.

Kendati Jonatan Christie dkk tampil sukses di Kejuaraan Beregu Piala Thomas, faktanya atlet andalan Indonesia di Pelatnas PBSI tersebut belum bisa diperhitungkan di turnamen perorangan internasional.

Dalam dua tahun terakhir bahkan prestasi cenderung stagnan. Pernah sekali juara tapi itu pun di level super 300 Swiss Open 2022 lewat Jonatan Christie. Sedangkan turnamen level 500 sampai 1000 prestasi terbaik mereka hanya mencapai finalis.

Anthony Ginting bahkan tak lebih baik. Hingga quartal pertama 2022, prestasi terbaiknya hanya mencapai semifinalis Swiss Open. Tahun lalu, ia tercatat tiga kali masuk semifinal dari tujuh turnamen individu yang diikuti.

Begitu pun dengan Shesar Hiren Rhustavito. Alih-alih menargetkan juara, ia justru kerap terdepak di babak-babak awal. Tahun ini saja, ia tercatat tiga kali tersingkir di babak 32 besar dari empat pertandingan yang dijalani. Satu lainnya, terhenti di perempatfinal Korea Open 2022.

"Menurut saya Jonatan memang belum mencapai level dunia. Hanya kelas-kelas itu saja yang bisa dimenangkan. Kalau bertanding di kelas dunia ya memang sebelumnya bukan kelas dia," kata Liem melalui pesan singkatnya kepada detikSport, Minggu (16/4/2022).

"Intinya belum mencapai kelas dunia," dia mempertegas.

Dari pandangan juara All England 1978 dan 1979 ini, hal yang menjadikan para atlet ini belum mampu mencapai level dunia karena persyaratannya belum mampu mereka penuhi. Sekalipun, mereka kini berada di jajaran top 10 ranking dunia. Anthony Ginting berada di peringkat kelima dunia, sedangkan Jonatan di urutan ke-8, dan Shesar berada di ranking ke-24.

"Mungkin masih banyak kekurangannya, syarat-syarat untuk menjadi juara dunia. Jadi seorang juara dunia harus komplet persyaratannya. (Sebagai contoh) Latihan teknik maupun fisik masih kurang mumpuni," sebut juara Thomas Cup 1976 Bangkok, 1979 Jakarta, dan 1984 Kuala Lumpur tersebut.

Liem Swie King juga sekaligus menegaskan bahwa ketiadaan pelatih juga bukan alasan untuk atlet tak mampu berjuang untuk mencapai standar dunia. Apalagi setelah segala fasilitas ada guna melengkapi program-program latihannya.

Sebelumnya, legenda bulutangkis Taufik Hidayat menilai faktor tidak adanya pelatih juga turut memengaruhi. Kendati, saat ini tunggal putra dipimpin oleh kepelatihan Irwansyah.

Ia secara otomatis menjadi pelatih tunggal setelah Hendry Saputra, pelatih kepala tunggal putra Pelatnas sebelumnya, tak diperpanjang masa kerjanya oleh PBSI. Ia digeser selepas tujuh tahun menjabat posisi tersebut

"Saya rasa enggak terlalu berpengaruh ya (soal pelatih), yang penting motivasinya tinggi. Kan semua fasilitas latihan sudah disediakan, semua harus dari dalam diri sendiri, pelatih hanya melengkapi," kata Liem.

(mcy/aff)