PBSI: Digelar di Istora, Indonesia Open Kembali ke Muruah

Mercy Raya - Sport
Rabu, 25 Mei 2022 18:25 WIB
PBSI dalam jumpa pewarta Indonesia Open 2022
PBSI mengungkap Indonesia Open 2022 sudah kembali ke muruah asalnya. (Foto: detikcom/Mercy Raya)
Jakarta -

Indonesia Open kembali digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. PBSI senang akhirnya turnamen BWF Super 1000 itu kembali ke muruah asalnya.

Setelah sempat berlangsung dengan sistem bubble di Bali berbalut nama Indonesia Badminton Festival, turnamen Indonesia Open kembali ke Jakarta. Ajang itu dijadwalkan bergulir 14-19 Juni mendatang atau setelah Indonesia Masters rampung digelar.

Sejumlah atlet papan atas pun dipastikan hadir dalam ajang berhadiah total 1,2 juta dolar AS ini. Sebut saja Viktor Axelsen, Kento Momota, Anders Antonsen, Chou Tien Chen, Lee Yang, hingga Loh Kean Yew.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Muhammad Fadil Imran mengatakan hadirnya kembali Indonesia Open di Istora membuat badminton Indonesia kembali bergelora.

"Ini seperti yang saya sampaikan menghadirkan kembali muruah, atmosfer badminton, khususnya Istora Bung Karno ini yang tak pernah ada samanya di dunia, sehingga saya harap dengan adanya Indonesia Open ini badminton Indonesia kembali bergelora," kata Fadil Imran, dalam jumpa persnya di Menara BCA, Rabu (25/5/2022).

Tak hanya turnamennya, para pecinta badminton pun kini bisa menyaksikan langsung idola-idolanya bersaing ketat di lapangan. Hanya memang ia belum bisa memastikan persentase dari penonton yang dapat hadir di Istora.

"Kita akan menyesuaikan dengan ketentuan PPKM level 1 di bidang kegiatan sosial budaya. Apakah nanti ketentuannya 80 persen, 70 persen, kemudian penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Kami akan taat betul dan nanti kami akan buat Satgas Prokes supaya kejuaraan sukses tapi semua tetap sehat," ujar Fadil Imran.

Indonesia Open kali ini juga bakal berbeda dari sebelumnya karena dapat sokongan dari sponsor baru. Ialah East Ventures, perusahan modal ventura yang terbuka pada seluruh sektor dan pelopor investasi startup Indonesia.

"Hal ini layak diapresiasi karena perusahaan ini secara langsung telah ikut menjaga muruah dan supremasi bulutangkis Indonesia di pentas dunia," kata Fadil Imran.



Simak Video "Ogah Cuma Jadi Pajangan, Taufik Hidayat Mundur dari PBSI"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)