ADVERTISEMENT

Pramudya soal Riuhnya Istora: Jadi Semangat, tapi Ganggu Fokus

Mercy Raya - Sport
Kamis, 09 Jun 2022 22:05 WIB
Babak 16 besar langsung mempertemukan wakil-wakil Indonesia di laga yang tersaji di Istora Gelora Bung Karno, Kamis (9/6/2022). Salah satunya ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan.
Pramudya/Yeremia dan Fajar/Alfian seusai laga Indonesia Masters 2022. (Foto: Mercy Raya/detikcom)
Jakarta -

Dua pemain ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Pramudya Kusumawardana, memberi penilaiannya soal dukungan suporter di Istora. Apa kata mereka?

Babak 16 besar Indonesia Masters 2022 mempertemukan wakil-wakil Indonesia di laga yang tersaji di Istora Gelora Bung Karno, Kamis (9/6/2022). Salah satunya ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan.

Sepanjang pertandingan tersebut, suporter yang memadati tribune memang sempat hanya mendukung Pramudya/Yeremia. Hal itu tak lepas dari permainan apik mereka di lapangan. Terbukti, juara Asia 2022 itu mampu menuntaskan gim pertama dengan skor 21-16.

Tapi memasuki gim kedua dan ketiga, suporter berbalik mendukung Fajar/Rian. Tak henti-hentinya suporter meneriakkan Fajri, julukan untuk Fajar/Rian.

Hal itu rupanya cukup membakar semangat juara Swiss Open 2022 tersebut. Sampai akhirnya, mereka mampu mencuri kemenangan dari dua gim berikutnya 21-17, 21-13.

Menanggapi itu, Rian memuji pengorbanan para suporter yang datang langsung ke Istora untuk mendukung pemain Indonesia.

"Dukungan suporter luar biasa, dari hari pertama pun sudah banyak yang datang. Sempat lihat di media sosial bahwa yang VIP tiketnya sampai habis. Jadi menurut saya, suporter luar biasa untuk mendukung tim Indonesia bertanding di Istora ini," kata Rian.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menghadapi wakil Indonesia lainnya, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan, di babak 16 besar Indonesia Masters 2022.Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak 16 besar Indonesia Masters 2022. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Pramudya Kusumawardana Jadi Semangat, tapi Fokus Terganggu

Berbeda dengan Rian, Pramudya malah justru terganggu dengan berisiknya pekikan dan keriuhan suporter di Istora.

"Kalau menurut saya pribadi, karena saya pertama kali main di Istora, cukup ganggu konsentrasi," kata Pramudya.

"Tapi ya semangat juga, cuma jadi terganggu sebenarnya fokusnya," lanjutnya kemudian tertawa.

Terlepas dari dukungan suporter, permainan kedua pasangan tersebut cukup ciamik. Sebab, meskipun melawan seniornya sendiri, Pramudya/Yeremia tak mau kalah.

"Seharusnya kami bisa start lebih baik karena lapangannya itu lebih enak, seperti di gim pertama. Tapi kami kalah start sudha tertinggal 0-4, dan seharusnya kami bisa jaga poinnya tapi kami tertinggal. Makanya sulit untuk mengejar lagi," tutur Pramudya.

Sehubungan itu, ia juga menilai, melawan teman sendiri lebih sulit ketimbang menghadapi pemain-pemain dari luar negeri. Sebab, masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Dan rata-rata sudah sering bertemu di pertandingan jadi tinggal siapa yang paling siap di lapangan. Nah, tadi mungkin Fajar/Rian lebih baik," dia mempertegas.

(mcy/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT