Main Sabar Jadi Kunci Kemenangan Ginting Taklukkan Tommy Sugiarto

ADVERTISEMENT

Main Sabar Jadi Kunci Kemenangan Ginting Taklukkan Tommy Sugiarto

Mercy Raya - Sport
Selasa, 14 Jun 2022 16:10 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Ginting melakukan serangan kepada pebulu tangkis tunggal putra Denmark Viktor Axelsen pada babak semi final Daihatsu Indonesia Master 2022 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2022).
Main Sabar Jadi Kunci Kemenangan Ginting Taklukkan Tommy Sugiarto (Foto: Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Anthony Sinisuka Ginting ucap syukur bisa melewati laga pertama Indonesia Open 2022 dengan kemenangan. Main sabar jadi kuncinya menaklukkan seniornya, Tommy Sugiarto.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karn (GBK), Selasa (14/6/2022), Anthony Ginting harus berjumpa dengan Tommy Sugiarto, seniornya ketika di Pelatnas.

Selama pertandingan, Ginting mengakui laga yang dilalui cukup ketat. Terlebih saat gim kedua, ia mengaku sempat lengah karena mudah mendapatkan poin, usai Tommy banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Pertama-tama ucap syukur bisa bertanding cukup baik dan menyelesaikan pertandingan tanpa cedera," kata Ginting membuka jumpa persnya.

"Mas Tommy (Sugiarto) sendiri, ya kita sama-sama tahu, dia adalah salah satu sosok senior buat saya di tunggal putra, memang hari ini pertandingannya cukup ketat dari awal sampai akhir. Khususnya, di gim kedua. Setelah leading-leading, kemudian terkejar ya," dia menjelaskan.

"Saya juga lengah karena tadi dapat poinnya cukup mudah. Saya ada pikiran mau main buru-buru, ada keinginan dapat poin, jadi saat gim kedua terakhir, di poin-poin akhir tetap menyerang tapi lebih sabar saja. Disitu saya bisa dapat poin (dan menang)," tambahnya.

Pada babak kedua, Anthony Ginting sudah ditunggu lawannya dari Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus. Ini adalah perjumpaan kedua mereka. Terakhir kali Ginting kalah straight game dari pemain ranking 21 dunia itu di Malasyia Masters 2018.

"Setelah ini saya fokus recovery dulu karena masih ada satu libur. Mungkin hari ini bicara dengan pelatih bisa evaluasi permainan tadi, besoknya baru bicara soal strategi untuk lawan," katanya.

"Ya saya mau fokus satu-satu dulu. Apalagi di turnamen level-level 500 ke atas itu memang tak gampang banget dan lebih ketat lagi karena ada Jepang. Tidak ada kualifikasi juga. Main di babak pertama sudah ketemu top 32,"

"Jadi dari kualitas pemain-pemain di sini bagus-bagus. Pastinya mereka bukannya pemain yang asal tanding, pasti punya tujuan juga. Ini kan super 1000, pastinya fokus dapat poin untuk menaikkan peringkat dan meraih prestasi tertinggi," kata pemain ranking 6 dunia tersebut.

(mcy/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT