ADVERTISEMENT

Fajar/Rian Gagal Juara Malaysia Open 2022 karena ...

Mercy Raya - Sport
Minggu, 03 Jul 2022 20:17 WIB
fajar alfian takuro yugo kobayashi malaysia open 2022
Foto: Dok. PBSI
Kuala Lumpur -

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal juara di Malaysia Open 2022. Apa penyebab keduanya gagal memenangkan partai final?

Berhadapan dengan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang, Fajar/Rian takluk lewat pertarungan rubber game yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (3/7/2022). Fajar/Rian mengakhiri laga dengan skor 22-24, 21-16, dan 9-21.

Usai pertandinhan, Rian menjelaskan jalannya pertandingan melawan Hoki/Kobayashi. Ia mengaku start di gim ketiga, yang menjadi penentuan, cukup lambat.

"Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar walau hasilnya belum maksimal," kata Rian dalam rilis PBSI.

"Di gim pertama kami selalu tertinggal tapi kami terus berusaha mengejar. Sayang, tidak bisa menyelesaikan saat bisa ambil dua gim poin. Di gim kedua permainan kami membaik dan bisa menang."

"Di gim ketiga, start kami terlalu lambat, sementara mereka bisa langsung menemukan pola yang tepat," ujar Rian.

Sementara itu, Fajar menyebut selain permainan Hoki/Kobayashi yang sangat padu dan tenaganya begitu kuat. Fajar/Rian faktanya kerap melakukan kesalahan sendiri. Stamina yang sudah menurun turut memengaruhi performa dan fokus juara Indonesia Masters 2022 tersebut.

"Kami tidak tampil maksimal hari ini, banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu. Kuncinya mungkin tadi di gim pertama, sayang kami kurang berani saat dapat dua gim poin itu," ucap Fajar.

"Stamina kami memang sudah menurun, tapi itu bukan alasan karena lawan juga pasti merasakan. Lebih ke kurang fokusnya saja," Rian menimpali.

Kendati kecewa, Fajar/Rian harus segera melupakan hasil Malaysia Open dan menatap ke turnamen selanjutnya Malaysia Masters yang bergulir 5 sampai 10 Juli. Pemulihan kondisi tubuh menjadi prioritas juara Swiss Open 2022 itu.

"Kami harus benar-benar pintar memulihkan kondisi karena kalau dibilang, badannya sudah remuk istilahnya. Jadi harus pintar dari segi pola makan, istirahat, dan vitamin," tutur Fajar.

"Pastinya kami menatap ke depan lebih baik lagi. Walaupun di sini hasilnya belum maksimal, kami akan mencoba memperbaikinya lagi, mengevaluasinya lagi apa kurangnya," Rian mempertegas.

(yna/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT