ADVERTISEMENT

Agar Konsisten, Gregoria Mariska Harus Lebih Pede

Mercy Raya - Sport
Kamis, 01 Sep 2022 11:05 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 23: Gregoria Mariska Tunjung of Indonesia competes in the Womens Singles Second Round match against Akane Yamaguchi of Japan on day two of the BWF World Championships at Tokyo Metropolitan Gymnasium on August 23, 2022 in Tokyo, Japan. (Photo by Toru Hanai/Getty Images)
Gregoria Mariska Tunjung harus lebih percaya diri agar konsisten. (Foto: Getty Images/Toru Hanai)
Jakarta -

Gregoria Mariska Tunjung bersyukur bisa kembali menembus babak 8 besar turnamen internasional. Ia tinggal meningkatkan kepercayaan diri supaya lebih konsisten.

Jorji, panggilan karibnya, melangkah ke babak perempatfinal Japan Open 2022 setelah mengalahkan Pai Yu Po (Taiwan) di babak kedua. Laga yang dilangsungkan di Maruzen Intec Arena Osaka, Kamis (1/9/2022) itu, Gregoria selesaikan dalam duel rubber game 21-9, 18-21, 21-9.

Melaju ke babak perempatfinal menjadi kali ketiga buat Gregoria sepanjang mengikuti sembilan turnamen individu pada tahun ini. Sebelumnya, ia juga menempati posisi yang sama di Singapore Open dan Malaysia Masters yang bergulir Juli 2022.

Gregoria pun bersyukur dengan pencapaian yang kembali terulang tersebut, terutama di Japan Open 2022. "Puji Tuhan bersyukur dan senang bisa menang tapi masih banyak yang harus diperbaiki," kata Gregoria dalam keterangan resminya.

Juara Dunia Junior 2017 itu secara khusus menyoroti gim kedua saat dia gagal mempertahankan keunggulannya. Gregoria seharusnya bisa menang dua gim, jika empat poin saat kedudukan unggul 18-17 bisa dimanfaatkan dengan baik, tapi ia justru gagal dan terpaksa main untuk gim penentu.

"Di gim kedua permainan saya hilang sama sekali, sudah unggul lima poin lalu terkejar dan malah bingung sendiri mau main seperti apa. Kalau lawan yang jauh di atas rugi sekali bila terjadi seperti itu. Besok inginnya bisa main lebih lepas, tenang dan bagus," tuturnya.

Di babak 8 besar, Gregoria akan bertemu antara wakil Amerika Serikat Beiwen Zhang atau Chen Yu Fei (unggulan empat dari China). Menatap itu, Gregoria fokus memperbaiki dirinya.

"Lawan Zhang Beiwen atau Chen Yu Fei di delapan besar tentunya bukan laga yang mudah. Saya sudah lama sekali tidak bertemu keduanya. Nanti saya bisa pelajari permainan mereka dari video," katanya.

"Tapi yang terpenting sekarang bagaimana percaya diri dulu dengan kemampuan yang saya punya. Pokoknya kejadian nge-blank seperti tadi tidak boleh terulang lagi," Gregoria mempertegas.



Simak Video "Sederet Klub Elite Eropa Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT