Akhir Indah Agassi?
Senin, 28 Agu 2006 12:38 WIB
New York - Grand slam AS Terbuka menjadi momen terakhir Andre Agassi beraksi di lapangan tenis. Mungkinkah turnamen terakhir Agassi ini menjadi momen terindah untuknya?Jika berpikir soal kans, peluang Agassi untuk jadi juara mungkin sangat kecil. Memasuki usianya yang ke-36 tahun, tenaga dan performa Agassi jauh berbeda dengan beberapa tahun silam di mana ia bisa meraih titel juara tahun 1994 dan 1999.Meski demikian, faktor pengalaman bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Buktinya di tahun 2005, mantan suami aktris Brooke Shields ini sukses menembus partai final sebelum digasak Roger Federer dalam pertarungan empat set. Fakta itulah yang diharapkan Agassi bisa kembali terulang, sekaligus mengakhiri karirnya dengan catatan manis."Saya sangat ingin meraih hasil terbaik minggu ini. Berada di sini saya berharap bisa keluar menunjukkan kemampuan terbaik saya dan merasakan perasaan yang luar biasa," tandas Agassi seperti dikutip AFP, Senin (28/8/2006).Memulai debutnya di usia 16 tahun di AS Terbuka, Agassi memulai dengan langkah cukup menjanjikan. Namun baru di tahun 1990 Agassi baru bisa mencapai babak final, meski harus kalah dari kompatriotnya Pete Sampras.Namun yang pasti, bagaimanapun hasil kerja Agassi di Flushing Meadows akan menjadi hasil yang spesial baginya."Adil bagi saya untuk mengatakan bahwa setelah bermain 20 kali berturut-turut, laga tahun ini akan menjadi laga ke-21, yang mana akan berakhir seperti saat saya memulai laga pertamaku, karena saya tidak pernah merasa disini hingga akhir. Karenanya akan menjadi pertandingan yang emosional," tandas Agassi.Kehilangan besar bagi dunia tenis? Pastinya. Tidak sedikit petenis yang menilai Agassi adalah tokoh panutan mereka. "Ia memiliki pengaruh baik pada sikap pemain lain. Ia juga memiliki gaya yang hebat. Turnamen ini akan kehilangan dirinya," ujar Serena Williams.Pendapat serupa juga diungkapkan Presiden ATP Tour Etienne de Villiers. Menurutnya Agassi memiliki kharisma, kecerdasan dan banyak hal positif lainnya. "Akan menjadi sebuah kehilangan besar bagi olahraga ini. Seperti halnya NBA yang kehilangan Michael Jordan. Kita tidak bisa mengganti pemain seperti ini," tandasnya.Usaha pertama Agassi meraih momen akhir nan manis ini akan memperoleh hadangan pertama dari petenis asal Romania Andrei Pavel. Jika lolos ke babak berikutnya, Agassi akan menemui hadangan lain yang lebih tangguh, yaitu Marcos Bagdatis. Kalaupun lolos Ivan Ljubicic, Andy Roddick dan Lleyton Hewitt diprediksi bakal menjadi lawan berikutnya Agassi.Bisakah petenis veteran AS ini meraih momen manis di penghujung karirnya? Kita lihat saja nanti. (ian/)











































