Dihukum ITF
Pelti Ingin Banding
Rabu, 15 Nov 2006 12:49 WIB
Jakarta - Indonesia berencana untuk melakukan banding terhadap hukuman larangan bertanding dan denda atas pengunduran diri tim Federasi Cup dari pertemuan melawan Israel. Sanksi berlipat dijatuhkan Federasi Tenis International (ITF) atas pengunduran diri Indonesia dari partai play-off Grup II dunia melawan Israel di Tel Aviv tanggal 15-16 Juli lalu. Yang pertama, selama tahun 2007 Tim Fed Cup Indonesia dilarang bertanding untuk semua pertandingan Piala Fed. Sanksi yang kedua adalah denda. Total US$ 31.250 harus dibayarkan Indonesia karena mundur. Rincian sanksi itu meliputi sanksi kalah WO sebesar US$ 5 ribu. Kemudian, sanksi membayar biaya yang sudah dikeluarkan pihak tuan rumah Israel sebesar US$ 20 ribu, dan membayar petugas lapangan termasuk wasit ITF sebesar US$ 6.250.Dari keseluruhan sanksi, PB Pelti merasa sanksi larangan bertanding yang paling berat. Soalnya dengan larangan bertanding selama setahun Tim Fed Indonesia otomatis juga harus degradasi ke Grup II Zona Asia-Oceania. Padahal sebelum menghadapi Israel, posisi Indonesia adalah play-off ke Grup II dunia, setelah kalah 0-4 dari Cina di pertandingan pertama Grup II dunia. "Kami diberi kesempatan sampai 20 Desember untuk memberikan tanggapan. Untuk banding rencana pasti ada. Kalau bisa jangan dilarang bertanding. Sementara denda-denda kalo bisa dikurangi ya bagus dong," tutur Wakil Sekjen PB Pelti, August Ferry Raturandang saat dihubungi detiksport. Adapun soal denda, PB Pelti sudah menyangka kalau Indonesia akan dikenai denda besar. Soalnya alasan pengunduran diri Tim Fed Cup saat itu adalah masalah politis karena dilarang pemerintah. Menurut Ferry, Pelti segera memberitahukan soal denda dan larangan bertanding itu kepada pemerintah. Dengan begitu, diharapkan pula pemerintah akan memberi solusi keuangan seperti yang pernah mereka janjikan. "Sekarang kami sedang bikin konsep surat yang akan dikirimkan ke Menpora, Deplu, KONI. Kami akan ajukan surat pada ketiganya, tapi kita nggak tahu mana yang mau yang akan menanggapi," demikian Ferry. (mel/lom)











































