Federer Tak Lagi Menangis
Minggu, 28 Jan 2007 21:22 WIB
Melbourne - Tahun lalu Roger Federer menangis tersedu-sedu usai menjuarai Australia Terbuka. Tahun ini ia kembali memenanginya tapi tidak ada airmata yang tumpah dari sang raja.Luapan emosi paling ekpresif yang ditunjukkan Federer adalah ketika meraih poin terakhir di set ketiga untuk menyudahi perlawanan Fernando Gonzalez. Ia menjerit, menutup wajahnya, rebah sebentar di lapangan, lalu bangkit dan mengangkat tangan kemenangan.Gonzalez, yang ia kalahkan dengan straight set 7-6 6-4 6-4, ia hampiri di depan net. Setelah berjabat tangan, bertukar kata-kata dan bersalaman dengan wasit, ia melambai ke arah penonton, yang melakukan standing ovation buat dirinya.Saat memberi sambutan ia juga tampak tenang. Bicaranya lancar dengan diserta beberapa humor. Ia tidak menangis seperti tahun lalu sewaktu mengalahkan Marcos Baghdatis di final."Kita semua ingat apa yang terjadi tahun lalu," ucapnya sambil tersenyum di depan mikropon, yang direspons pula dengan derai tawa oleh penonton di Rod Laver Arena, Minggu (28/1/2007)."Dua minggu yang terasa panjang. Tapi di akhirnya berjalan baik. Ini sungguh indah. Tahun ini saya tampil bagus lagi di sini. Saya sangat bangga merengkuh tropi ini lagi."Sukses Federer ini merupakan kali ke-10 ia memenangi titel Grand Slam. Ia bergabung dengan legenda AS Bill Taden, dan hanya terpaut empat dari Pete Sampras sebagai pemilik rekor 14 Grand Slam.Torehan fantastis lain, gelar di Melbourne ketiganya ini ia ukir tanpa sekalipun kehilangan set. Bintang Swiss itu mengikuti jejak Bjorn Borg di tahun 1980, yang menjuarai Prancis Terbuka dengan angka sempurna. (a2s/a2s)











































