Gonzalez Tetap Jadi Bintang

Gonzalez Tetap Jadi Bintang

- Sport
Senin, 29 Jan 2007 00:20 WIB
Gonzalez Tetap Jadi Bintang
Melbourne - Roger Federer tetap bintang utama, tapi Fernando Gonzalez pun tak kalah bersinar. Tak heran ia merebut simpati publik Melbourne, walaupun hanya menjadi runner up.Jika tahun lalu Australia Terbuka mencuatkan nama Marcos Baghdatis, kali ini Gonzalez adalah bintang nomor dua setelah Federer. Ia bermain impresif untuk menembus babak final, dan bertarung cukup baik melawan Federer.Unggulan ke-10 asal Chile ini sempat bikin bete orang Australia karena menjungkalkan pujaan mereka, Lleyton Hewitt, di babak ketiga. Namun secara obyektif ia dinilai perkasa karena kemudian berturut-turut menyingkirkan unggulan kelima James Blake, unggulan kedua Rafael Nadal, dan unggulan ke-12 Tommy Haas.Performa menawan petenis berusia 26 tahun ini menjadikannya salah satu pemain favorit penonton di Rod Laver Arena, sama seperti Baghdatis tahun lalu. Teriakan "Vamos Fernando!" atau "Come on, Speedy!" cukup sering terdengar di arena. Julukan Speedy merujuk pada kecepatan Gonzalez yang luar biasa.Namun itu tak cukup buat mengalahkan Federer. Walaupun sudah memberi perlawanan, Gonzalez tak mampu membendung bintang segala bintang dunia tenis saat ini. Federer menang tiga set langsung 7-6 6-4 6-4 dalam waktu dua jam 20 menit."Dia seorang juara yang sangat hebat. Dia bermain sangat baik hari ini, sepanjang minggu ini, dan hampir selama hidupnya," demikian sportif Gonzalez memuji Federer, yang selalu mengalahkan dirinya dalam 10 pertemuan mereka."Saya ingin menjadi pemain nomor satu dunia, tapi saat ini Roger masih jauh di depan. Jadi, saya harus bersiap ketika Roger sedikit menurun," tambah petenis yang baru kali ini masuk final turnamen Grand Slam itu.Ditanya apakah Federer bisa dikalahkan, ia menjawab: "Tentu saja. Tapi memang sulit, sungguh-sungguh sulit. Tapi setiap pertandingan adalah sebuah pertandingan baru . Saya harus mencobanya lagi."Ditambahkan Gonzalez, permainan mungkin berbeda kalau ia mampu memenangi set pertama. "Itu juga mungkin saya tetap kalah empat set. Tapi setiap kali bertarung melawan Roger, saya tak pernah memenangi set pertama. Ini mungkin kuncinya." (a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads