Sampras vs Federer, Siapa Lebih Hebat?
Rabu, 31 Jan 2007 17:11 WIB
Boston - Rekor juara Grand Slam petenis pria terbanyak kini masih dimiliki Pete Sampras. Berapa lama lagi itu akan bertahan? Hampir dipastikan tak akan lama lagi karena ada Roger Federer.Saat mengalahkan Andre Agassi dan memastikan merengkuh gelar Grand Slam-mya yang ke-14 di Amerika Serikat Terbuka tahun 2002 lalu, Sampras yakin benar raihannya itu akan sulit dipatahkan oleh siapapun.Tapi tak genap lima tahun kemudian rekor tersebut sudah hampir ada yang menyamai. Keberhasilan Federer menjadi juara di Australia Terbuka 2007 membuatnya total mengkoleksi 10 gelar Grand Slam. Dengan usia yang baru 25 tahun, Federer diyakini tak akan kesulitan melampaui angka 14 milik Sampras."Saya pikir itu akan memakan waktu lebih dari delapan tahun. Saya tak melihat seorangpun bisa menandinginya (Federer), dan saya bisa menduga kalau ia akan meraih 17, 18, 19 gelar (Grand Slam). Dia sudah dapat 10 gelar dan masih berada di tengah perjalanan karir," ujar Sampras seperti diberitakan Guardian, Rabu (31/1/2007).Sulit memang membandingkan kedua petenis tersebut karena berada di generasi yang berbeda. Tercatat hanya sekali mereka saling berhadapan di Wimbledon 2001 dengan Sampras keluar sebagai pemenangan setelah bertarung lima set 7-6(7), 5-7, 6-4, 6-7(2) dan 7-5.Dipastikan tak akan ada rematch karena si petenis Amerika Serikat sudah memutuskan pensiun dan bersikukuh tak mau kembali. Tapi andai keduanya bertemu kembali, siapa yang bakal jadi pemenang?"Saya pikir tak akan ada yang tampil dominan. Permainan kami tak jauh berbeda. Itu akan menjadi pertandingan hebat saat kami dalam puncak permainan. Roger melakukan hal yang saya tak pernah buat sebelumnya; mendominasi permainan. Dia hanya kalah lima kali dalam dua tahun terakhir, itu tak seberapa," puji Sampras.Meski begitu petenis 35 tahun itu tetap yakin dirinya bisa mengungguli Federer, terutama dengan servis keras yang jadi andalannya. "Tapi saya rasa permainan saya terlalu hebat untuk bisa diantisipasi petenis lain. Saat saya sedang dalam puncak permainan, servis saya sedang baik-baiknya, saya yakin saya sulit dikalahkan. Saya merasa tak terkalahkan."Bagaimana Federer? (din/krs)











































