Mauresmo Kritik Petenis Papan Atas
Rabu, 21 Feb 2007 18:49 WIB
Dubai - Tingginya hadiah uang yang disediakan tiap turnamen membuat para petenis papan atas telah menjadi miliuner. Namun akibatnya komitmen mereka terhadap turnamen tertentu berkurang. Kritik pedas itu dilontarkan petenis nomor tiga dunia, Amelie Mauresmo. Kekesalan Mauresmo memuncak setelah beberapa petenis papan atas seperti Maria Sharapova dan Serena Williams mundur dari Dubai Open di waktu terakhir. Mauresmo semestinya tidak bermain di turnamen tier I itu karena akan bermain di turnamen lain pasca Diamond Games di Antwerp --yang dimenangkannya. Namun panitia mengundangnya di saat terakhir guna menggantikan Williams yang mundur karena flu. Kebetulan, tahun lalu juara Australia Terbuka 2007 itu juga mundur dan digantikan oleh Mauresmo. Adapun Sharapova mundur karena cedera hamstring.Walau tidak menyebut nama, petenis asal Prancis tersebut mengkritik sikap seperti yang ditunjukkan Williams dan Sharapova. Padahal, denda untuk petenis yang mundur di saat terakhir (late withdrawals) sangat besar yakni maksimal US$ 40,000. "Yeah, mungkin denda tidak mempan buat petenis tertentu. Namun itu memang berhubungan penghargaan seseorang terhadap sesuatu dan cara Anda dibesarkan sewaktu kecil," sebutnya seperti dikutip Guardian.Mauresmo mengusulkan supaya WTA harus membuat aturan supaya petenis menjadi tak terbiasa. "Mungkin seharusnya ada semacam poin penalti supaya para pemain tidak dengan gampang mundur. Tapi, Anda tidak akan pernah tahu, mungkin mereka benar cedera," tukasnya kali ini kepada Gulf News.Pada Dubai Open, Mauresmo ditempatkan sebagai unggulan kedua di bawah Justine Henin. Juara Australia Terbuka 2006 itu mendapatkan bye di babak pertama dan akan menghadapi petenis Rusia Vera Dushevina di babak kedua. (mel/din)










































