Pengantin All England
Senin, 12 Mar 2007 07:58 WIB
Birmingham - Dunia bulutangkis seperti milik mereka berdua: Lin Dan dan Xie Xingfang. Kedua pemain Cina ini menjadi "pengantin" yang bersanding manis di ajang prestisius, All England.Sama-sama berstatus pemain nomor wahid dan menjadi unggulan teratas di kejuaraan Super Series ini, Lin dan Xie tampil sebagai juara di nomor tunggal setelah mengalahkan para kompatriotnya di final, Minggu (11/3/2007).Permainan Lin saat mengalahkan Chen Yu 21-13 21-12 menguncang decak kagum penonton di National Indoor Stadium, Birmingham. Sementara itu Xie pun tidak kesulitan untuk menundukkan pemain Cina yang membela bendera Prancis, Pi Hongyang, dengan skor 21-6, 21-13.Ini merupakan kali ketiga mereka merengkuh titel All England. Sebelumnya Lin Dan memenanginya di tahun 2004 dan 2005. Xie lebih hebat lagi karena hat-trick tiga tahun berturut-turut -- pemain pertama yang melakukannya pasca era Perang Dunia II.Sebagaimana biasa dilakukan sepasang kekasih, ciuman saling diberikan Lin (23) dan Xie (26) ketika mereka berdiri di podium juara. Lin Dan menerimanya lebih dulu karena ia main di nomor pertama.Memulai momen indah bersamanya dengan memenangi Kejuaraan Dunia 2006 di Madrid, Spanyol, Lin dan Xie telah mengumpulkan 10 tropi juara sejak berpacaran. Xie percaya percintaannya memiliki arti tinggi karena mereka bisa saling mendukung dan menghibur."Kami berdua sangat sukses dan telah tumbuh bersama. Hal utama adalah tidak tegang dan punya mental kuat di tengah pertandingan saat menghadapi pemain lawan," ujar wanita dengan tinggi badan 178 cm itu."Kami berdua kuat secara mental. Jadi, tidak sulit untuk mencapai prestasi itu. Saya harap kami terus memenangi banyak titel bersama di tahun 2008 dan 2009," sambungnya dikutip AFP.Salah satu bentuk dukungan paling terkenal dari Xie buat Lin Dan adalah ketika pacarnya itu disebut arogan oleh pemain Indonesia Taufik Hidayat. Xie balik menyerang Taufik dengan menudingnya lebih sombong karena pernah mengecewakan fansnya saat walk out di Hong Kong Terbuka 2006, saat melawan Lin Dan, hanya karena kesal pada keputusan penjaga garis. (a2s/a2s)











































