Keluarga Williams Ancam Tuntut WTA
Kamis, 29 Mar 2007 10:58 WIB
Miami - Aturan baru WTA yang mewajibkan semua petenis peringkat 10 besar berpartisipasi di turnamen Indian Wells ditentang Williams Bersaudara. Upaya menyeret WTA ke pengadilan pun digagas.Sudah enam tahun terakhir Serena dan Venus Williams tidak berpartisipasi di turnamen tersebut. Tahun 2001 lalu keduanya berikrar memboikotnya setelah mendapat teriakan dari penonton dan -- seperti diklaim sang ayah -- beberapa di antaranya bernada rasis. Itu terjadi setelah Serena memutuskan mengundurkan diri beberapa saat sebelum menghadapi Venus di babak semifinal.Sebelumnya pemboikotan yang dilakukan dua petenis Amerika Serikat itu tak mengundang banyak polemik. Namun adanya peraturan baru WTA yang mengharuskan semua petenis 10 besar dunia mengikuti empat seri turnamen -- Indian Wells, Key Biscayne dan dua kejuaraan baru di Madrid dan Beijing -- barulah muncul masalah."Saya bisa menjamin kalau peluang saya kembali ke Indian Wells ada di antara kecil dan tidak sama sekali -- saya tak akan kembali, saya tak tertarik kembali. Dan saya yakin siapapun yang merasakan apa yang saya rasakan akan melakukan hal yang sama," sahut Serene seperti diberitakan Yahoosport, Kamis (29/3/2007).Langkah yang diambil sang ayah, Richard Williams. Lebih ekstrim, dia berencana menyeret WTA ke pengadilan terkait aturan baru yang mulai berlaku tahun 2009 dan diikuti ancaman sanksi dan denda yang lebih besar dari sebelumnya bagi yang menolak ikut."Kami benar-benar mempertimbangkan mengambil tindakan hukum. WTA tidak membuat hukum di Amerika Serikat," ketus Richards.Meski dihadapkan pada aturan baru WTA yang dianggap merugikan dirinya, namun penampilan Serena di atas lapangan nyaris tak terganggu. Buktinya ia sukses melangkah ke semifinal Sony Ericsson Open.Menghadapi petenis muda Republik Ceko, Nicole Vaidisova, Serena yang dalam perjalanannya ke perempatfinal menundukkan Maria Sharapova menang mudah 6-1 dan 6-4 dalam waktu satu jam. Petenis 25 tahun itu pun makin dekat dengan gelar juaranya yang keempat. (din/a2s)











































