Indonesia Open Super Series 2007
Di Rumah Sendiri pun Tidak Bergigi
Senin, 14 Mei 2007 07:13 WIB
Jakarta - Prestasi pebulutangkis Indonesia belum menunjukkan peningkatan. Tampil di rumah sendiri pun tidak memberikan dampak besar bagi terciptanya kemajuan yang bisa dibanggakan.Dalam turnamen Indonesia Super Series 2007 yang berlangsung 7-13 Mei, tidak satupun gelar berhasil dimenangi anak-anak "Merah Putih". Jangankan titel, wakil di partai final pun hanya satu, yakni ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir.Sialnya, unggulan pertama itu malah tampil antiklimaks melawan unggulan kelima asal Cina, Zheng Bo/Gao Ling. Mereka kalah straight set 21-16 dan 21-11.Pemain paling top di negeri ini saat ini, Taufik Hidayat, malahan tidak mampu menembus final. Juara enam kali di Indonesia Terbuka ini terhenti di babak semifinal di tangan salah satu musuh bebuyutannya, Ba Chunlai.Perlu dicatat, dari total 26 pemain Indonesia (termasuk pasangan di nomor ganda) yang tampil di putaran pertama, 16 di antaranya masih bisa lolos ke babak kedua. Namun yang melangkah ke perempatfinal tinggal enam.Dari enam wakil tuan rumah itu, hanya dua yang masuk semifinal dan salah satunya (Taufik) gagal mencapai partai puncak. Lalu, seperti ditulis di atas, Nova/Lily pun gagal menyelamatkan muka Indonesia.Dalam sejarahnya, inilah kali pertama Indonesia tidak kebagian satupun gelar juara di turnamen kandangnya sejak 1982.Melihat lebih ke belakang, dari tujuh turnamen besar yang telah digelar di tahun ini, Indonesia hanya merebut dua gelar juara dari maksimal 35 yang bisa diraih. Kemenangan itu tercatat atas nama pasangan ganda campuran Flandy Limpele di Singapore Super Series dan Taufik Hidayat di Kejuaraan Asia.Selebihnya, di Malaysia Super Series, Korea Super Series, All England, Swiss Super Series, dan Indonesia Super Series, tidak satupun wakil "Merah Putih" yang membawa pulang gelar juara.Pertanyaan paling gampang yang bisa dimunculkan penggemar bulutangkis di tanah air adalah, bilamana olahraga yang dulunya pernah jadi favorit mayoritas dan kebanggaan Indonesia ini bisa berbicara kembali di kancah dunia?Foto: Sony Dwi Kuncoro. Prestasinya mandek. (Detiksport/Meliyanti) (a2s/din)











































