Si Kurus Versus Sang Orang Ketiga

Prancis Terbuka

Si Kurus Versus Sang Orang Ketiga

- Sport
Selasa, 05 Jun 2007 04:43 WIB
Si Kurus Versus Sang Orang Ketiga
Paris - Salah satu dari empat partai perempatfinal Prancis Terbuka akan mempertemukan 'Si Kurus' Nikolay Davydenko dengan 'Sang Orang Ketiga' Guillermo Canas.Duel mereka akan terjadi hari Selasa (5/6/2007) ini, menyusul kemenangan Davydenko atas David Nalbandian 6-3, 7-6 (7/1), 3-6, 7-6 (7/2), dan Canas atas Juan Monaco 6-0, 6-4, 6-2 di babak keempat kemarin.Di turnamen ini, skenario final ideal Roger Federer versus Rafael Nadal sudah jauh-jauh hari menjadi buah bibir. Tapi sosok Davydenko dan Canas pun menjelma sebagai cerita lain di Roland Garros, yang tentu saja punya alasan-alasan pendukung.Davydenko, yang tubuhnya ceking dan sering kali lebih terlihat sebagai karyawan bank ketimbang petenis laki-laki, ingin membuktikan bahwa tenis Rusia tidak hanya Marat Safin dan Maria Sharapova.Dengan berat badannya yang 70 kilogram, Davydenko merupakan kontestan paling ringan di babak delapan besar. Tapi soal talenta, ia tentu memiliki itu. Jika tidak, ia pasti bukan pemain terbaik nomor empat dunia saat ini.Mengenai penampilan ketiganya di perempatfinal Prancis Terbuka, pria 26 tahun ini mengaku amat memperhatikan staminanya -- dan itu terkait dengan tubuhnya yang "langsing"."Saya harus memang dalam tiga set. Saya tak bisa main lima set terus. Lihatlah, saya hanya 70 kg. Kalau terus-terusan main lima set, berat badan saya bisa tinggal 40 kg," seloroh pengoleksi 10 tropi juara sepanjang karirnya itu, dikutip AFP. Sementara itu Canas adalah mantan sosok "pesakitan" yang tengah memperbaiki reputasi dan prestasinya. Karir dan nama baiknya tercoreng ketika di tahun 2005 terbukti memakai doping, yang membuatnya dilarang bermain selama delapan tahun, sebelum direduksi menjadi dua tahun.Pernah menempati peringkat tujuh dunia, Canas terpuruk ke urutan 514 gara-gara skandal memalukannya itu. Namun orang Argentina ini tidak menyerah dan kembali merajut karirnya di lapangan tenis.Hasilnya, sejak hukumannya selesai Canas mampu memenangi lima titel turnamen challenger dan satu tropi ATP Tour (Brasil Terbuka). Peringkatnya pun melejit cepat, kini di urutan ke-21.Memasuki Roland Garros, Canas diunggulkan di tempat ke-19, tapi oleh pers Afrika Selatan ia seperti unggulan ketiga dan dijuluki "The Third Man" alias "Sang Orang Ketiga". Ia dipercaya sebagai orang ketiga yang berpotensi menjadi juara setelah Federer dan Nadal.Canas memang mencuri perhatian ketika dua kali menumbangkan Federer di tahun ini, di turnamen berlevel Masters pula. Pada 11 Maret ia menekuk Federer di Indian Wells, sekaligus mengakhiri 41 kemenangan beruntun bintang Swiss itu.Selang 16 hari kemudian Federer kembali mengecap kekalahan dari Canas di Miami Masters. Atas kemampuannya itu Canas pun dijuluki "Pembunuh Raksasa" oleh stasiun olahraga terbesar di dunia, ESPN.Statistik mencatat, hanya Canas dan Nadal yang mampu mengalahkan Federer di dua turnamen berturut-turut sejak 2003. Waktu ditanya soal rahasianya mengatasi Federer, omongan Canas menjadi terkenal. "Saya tidak tahu apa yang saya perbuat. Yang saya tahu, saya memainkan tenis yang sangat bagus," ujarnya ketika itu.Canas bisa berjumpa lagi dengan Federer di semifinal jika mampu mengalahkan Davydenko -- dan Federer menang atas Tommy Robredo di partai perempatfinal lainnya. "Wajar saja jika pers terfokus pada Federer dan Nadal. Tapi kita berurusan dengan sebuah turnamen tenis -- apapun bisa terjadi," cetus pemain berusia 29 tahun itu. (a2s/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads