Dari Kolam Renang ke Roland Garros

Prancis Terbuka

Dari Kolam Renang ke Roland Garros

- Sport
Jumat, 08 Jun 2007 05:28 WIB
Jakarta - No pain no gain, begitu pepatah Inggris bilang. Hal yang sama dialami Ana Ivanovic yang memulai karirnya di kolam renang namun kini menembus final Roland Garros. Bukan, Ivanovic bukan memulai karirnya sebagai perenang. Kalau kemudian kolam renang disebut-sebut dalam perjalanan karirnya, itu karena di sanalah ia melatih kemampun mengayun raketnya.Besar di daerah Watorn, Serbia, Ivanovic harus melewati masa-masa sulit demi mewujudkan keinginannya menjadi petenis profesional. Terbatasnya fasilitas pendukung menjadi rintangan terbesarnya saat itu."Tak ada fasilitas pendukung dan sangat sulit sekali buat kami untuk berlatih," kisah putri 19 tahun itu seperti diberitakan Yahoosports.Tapi dasarnya pantang menyerah, segala keterbatasan tersebut justru kemudian mampu diakali demi mewujudkan keinginan menjadi petenis profesional. Maka tak mengherankan kalau sebuah kolam renang di sebuah klub kebugaran bisa disulap menjadi lapangan tenis demi terus mengasah kemampuannya."Sangat mahal untuk membuat kolam renang tetap hangat di musim dingin, dan tak banyak orang menggunakannya di musim dingin. Jadi mereka mengosongkan kolam renang dan memasang karpet di dalamnya. Mereka membuat dua lapangan tenis, dan di sanalah saya berlatih," lanjut Ivanovic.Bisa dibayangkan betapa sulitnya bermain tenis di dalam kolam renang. Setiap saat cedera serius bisa saja mendatangi karena -- seperti diakui sendiri oleh Ivanovic -- jarak antara garis lapangan dengan dinding kolam hanya 18 inci.Desingan peluru dan dentuman bom yang menghujani kota tempat tinggalnya Beograd juga mewarnai perjalanan karir petenis yang mulai tertarik mengayun raket setelah melihat iklan televisi yang dibintangi Monica Seles.Tapi semua pengorbanan dan usaha yang dilakukan petenis berbobot 73 kg dan tinggi 183 cm itu tak sia-sia. Buah hasil kerja kerasnya itu mulai ia petik Kamis (7/6/2007) kemarin saat untuk kali pertama sepanjang karir profesionalnya ia melangkah ke final seri Grand Slam di ajang Prancis Terbuka.Di semifinal Ivanovic tampil menggila. Maria Sharapova yang menjadi unggulan kedua ia paksa menyerah dua set langsung dengan skor mencolok 6-2 dan 6-1 hanya dalam 65 menit.Ini tentu menjadi pencapaian fenomenal buat Ivanovic mengingat selama ini ia bahkan belum sekalipun memenangi gelar di seri WTA. Raihan terbaiknya adalah juara di turnamen kelas Tier I."Saya sangat bahagia bisa memanfaatkan semua peluang yang sama miliki, jujur saja saya sedikit nervous, tapi saya juga tahu kalau saya harus bermain seagresif mungkin," sahut Ivanovic mengomentari kemenangannya atas Sharapova.Usaha Ivanovic jelas belum berhenti dengan melangkah ke final. Keberhasilan menundukkan Justin Henin yang sudah menantinya di partai puncak akan menjadi sebuah panen raya atas jerih payah dan usaha tanpa kenal menyerah yang sudah ia tanam sejak usia belia. (din/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads