Prancis Terbuka
Federer Incar Nadal Bukan Sejarah
Sabtu, 09 Jun 2007 15:01 WIB
Paris - Roger Federer bakal menorehkan sejarah jika berhasil menjuarai Prancis Terbuka tahun ini. Namun membuat sejarah bukan segala-galanya buat petenis nomor satu dunia itu. Federer merupakan juara bertahan Wimbledon dan Amerika Serikat Terbuka, serta juara Australia Terbuka yang digelar bulan Januari lalu di Melbourne. Jika berhasil menjadi juara di Roland Garros, Minggu (10/6/2007), Federer bakal menjadi petenis ketiga dalam sejarah yang mampu memenangi seluruh grand slam secara bersamaan. Petenis asal Swiss itu akan mengikuti jejak Don Budge (1938) serta Rod Laver (1962 dan 1969). Namun demikian untuk menorehkan sejarah tersebut, Federer harus melalui tantangan maha berat. Sebabnya yang akan dihadapinya di final adalah juara bertahan Prancis Terbuka sekaligus pemilik kemenangan beruntun terbaik di lapangan tanah liat, Rafael Nadal. Petenis asal Spanyol itu bukan cuma perkasa, tapi sangat perkasa di Roland Garros, karena tidak pernah kehilangan satu setpun, tidak cuma tahun ini tapi dua tahun terakhir. Menghadapi Nadal dengan bejibun rekornya di tanah liat, sejarahpun tak lagi dipentingkan Federer. "Saya tak mau terlalu berbicara soal empat titel (grand slam). Saya hanya mau fokus kepada pertandingan yang sangat spesifik itu (final)," sebut peraih tiga gelar Laureus Award tersebut seperti dikutip AFP. Selain misi menaklukkan Nadal di Roland Garros, Federer juga bertekad merengkuh Prancis Terbuka pertamanya, setelah tahun lalu nyaris menang (juga) melawan Nadal. "Saya belum pernah menorehkan prestasi seperti itu. Jadi saya tak tahu bagaimana perasaan saya. Tapi saya ingin berbuat yang terbaik, fokus dengan pertandingan dan memenangkan Roland Garros," tukas petenis 25 tahun itu. Namun jika dibandingkan Nadal yang langkahnya terhitung mulus, Federer harus berjuang ekstra keras di perempatfinal dan semifinal. Di babak delapan besar, dia dipaksa bermain empat set oleh Tommy Robredo sebelum menang 7-5 1-6 6-1 6-2. Di empat besar lagi-lagi Federer dipaksa bekerja keras oleh Nikolay Davidenko sebelum menang 7-5 7-6 (7/5) 7-6 (9/7). (mel/mel)











































