Cina Melulu yang Gagalkan Indonesia di Final Piala Sudirman
Senin, 18 Jun 2007 00:53 WIB
Jakarta - Piala Sudirman seolah-olah masih menjadi turnamen untuk Cina. Kalau bukan Negeri Tirai Bambu, barangkali piala ini sudah menjadi turnamen milik penggagasnya, Indonesia.Pertama kali digelar pada 1989, Piala Sudirman merupakan supremasi kejuaraan bulutangkis beregu campuran, melengkapi Piala Thomas untuk putra dan Piala Uber untuk putri. Turnamen yang namanya diambil dari mantan pemain yang juga pendiri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu pertama kali diselenggarakan di Jakarta, dan Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus pencetusnya, tampil sebagai juara.Di final kala itu pasukan "Merah Putih" mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2. Namun di dua penyelengaraan berikutnya Indonesia berbalik diungguli Negeri Ginseng dengan skor serupa, yakni di Copenhagen (1991) dan Birmingham (1993).Tahun 1995 menjadi awal dominasi Cina di dunia perbulutangisan. Di Lausanne, Swiss, mereka muncul sebagai juara baru setelah di final menang 3-1 atas Indonesia, yang sekaligus harus puas menjadi runner up tiga kali berturut-turut.Sejak itu Cina betul-betul digjaya. Dalam enam penyelengaraan berikutnya, mereka selalu tampil sebagai juara kecuali di tahun 2003 ketika ditumbangkan Korea di final. Total, enam kali Piala Sudirman disemayamkan di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.Indonesia sebenarnya punya rekor sama dengan Cina, yaitu tujuh kali tampil di babak final. Namun enam final yang dicapai Indonesia setelah memenangi edisi pertama di tahun 1989, selalu berakhir dengan kegagalan.Dari enam kegagalan tersebut, dua kali Indonesia dijegal Korea, lalu empat kali dihadang Cina. Selain di Lausanne, Cina pula yang membuyarkan tekad Indonesia membawa pulang Piala Sudirman di Sevilla (2001), Beijing (2005), dan Glasgow (2007). Dengan kata lain, kalau tidak dihadang Cina (dan Korea), Indonesia sudah barang tentu menjadi penguasa paling dominan Piala Sudirman.Final-final Piala Sudirman:1989, Jakarta: Indonesia 3-2 Korea1991, Kopenhagen: Korea 3-2 Indonesia1993, Birmignham: Korea 3-2 Indonesia1995, Lausanne: Cina 3-1 Indonesia1997, Glasgow: Cina 5-0 Korea 1999, Kopenhagen: Cina 3-1 Denmark2001, Sevilla: Cina 3-1 Indonesia2003, Eindhoven: Korea 3-1 Cina2005, Beijing: Cina 3-0 Indonesia2007, Glasgow: Cina 3-0 Indonesia (a2s/ian)











































