Demi Keluarga dan Kesempurnaan Henin

Jelang Wimbledon

Demi Keluarga dan Kesempurnaan Henin

- Sport
Selasa, 19 Jun 2007 12:56 WIB
Demi Keluarga dan Kesempurnaan Henin
London - Gelar Prancis Terbuka yang dimenangi Justin Henin dipersembahkannya untuk keluarga tercinta. Di Wimbledon hal serupa akan coba ia ulang, selain untuk mengejar kesempurnaan tentunya.Tropi Prancis Terbuka yang diraih Henin beberapa pekan lalu memang seperti membuka sebuah lembar kehidupan baru buat petenis Belgia itu. Itulah gelar pertama Henin setelah memutuskan bercerai dengan suaminya di awal tahun ini.Yang lebih menggembirakan lagi, gelar keempatnya di Roland Garros tersebut bisa ia rayakan bersama keluarga terdekatnya (dua kakak lelaki dan satu adik perempuan). Soalnya hubungan Henin dengan anggota keluarganya itu memang sempat beku untuk beberapa waktu, termasuk dengan sang ayah, Jose Henin."Akan sangat menyenangkan bisa memenanginya (Wimbledon) karena secara emosional itu akan sangat fantastis buat orang-orang disekitar saya," sahut Henin seperti diberitakan Yahoosports, Selasa (19/6/2007).Motivasi meraih gelar demi keluarga terbukti berhasil membuahkan gelar Grand Slam keenam Henin di Roland Garros lalu. Jadi bukan tak mungkin petenis nomor satu dunia itu bakal mengulanginya di Wimbledon yang akan dimulai 25 Juni mendatang.Apalagi keluarga bukan satu-satunya motivator Henin jelang seri ketiga Grand Slam itu. Petenis kelahiran 1 Juni 1982 itu ingin menyabet gelar demi menyempurnakan statusnya sebagai yang terbaik mengingat Wimbledon adalah satu-satunya gelar Grand Slam yang belum pernah dimenanginya."Tahun ini saya akan menggunakan (turnamen) Eastbourne sebagai pemanasan untuk Wimbledon. Saya akan berusaha memperbaiki beberapa hal terkait permainan saya dan pastinya servis juga, saya akan mencoba lebih agresif pada servis dan voli," lanjut Henin.Wimbledon memang selalu menghadirkan mimpi buruk buat Henin. Setelah tersingkir di babak awal tahun 2000 yang merupakan debutnya, setahun berselang ia kalah telak 1-6, 6-3, 0-6 di final oleh Venus Williams. Petenis Amerika Serikat itu kembali menghalangi langkah Henin tahun 2002 di semifinal, dilanjutkan dengan Serena di babak yang sama tahun 2003. Nasib buruknya berlanjut tahun 2005 saat ia terpaksa menghentikan rekor 24 kemenangan beruntunnya karena tersingkir di babak pertama oleh Eleni Danilidou. Sedangkan tahun lalu Amelie Mauresmo yang memupus harapannya di partai final. (din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads