Mimpi Orang Pakistan Terwujud

Tenis Wimbledon

Mimpi Orang Pakistan Terwujud

- Sport
Rabu, 27 Jun 2007 06:04 WIB
Mimpi Orang Pakistan Terwujud
Wimbledon - Untuk negara "sekecil" Pakistan, lahirnya seorang juara di ajang tenis level besar barangkali hanyalah mimpi. Ada wakilnya yang ampil di Wimbledon pun mimpi -- tapi telah terwujud.Adalah Aisam ul-Haq Qureshi yang mewujudkan mimpi tersebut. Ia menjadi pemain tunggal putra Pakistan pertama dalam 31 tahun yang bermain di babak utama turnamen Grand Slam paling bergengsi tersebut.Tidak sekadar hadir, ia juga mampu memetik kemenangan. Di putaran pertama, Selasa (26/6/2007), pemain berusia 27 tahun berhasil mengalahkan pemain Inggris Lee Childs dengan straight set 6-3 6-4 7-6.Qureshi, yang saat ini berada di urutan 279 dalam daftar peringkat ATP, melanjutkan sejarah Harron Rahim yang merupakan orang Pakistan terakhir yang mencapai babak kedua di Wimbledon di tahun 1975 dan 1976."Saya sedang menjalani mimpi saya. Dari semula saya bermain tenis, saya selalu ingin tampil di Wimbledon," tukas pria yang diperkenalkan tenis oleh ibunya saat berusia 14 tahun itu, seperti dilansir Reuters.Mimpi tersebut kian gencar dicanangkan Qureshi sejak awal tahun ini dengan menuliskannya pada buku harian. "Saya akan lolos kualifikasi Wimbledon," demikian isi diarinya setiap hari mulai 1 Januari."Saya selalu percaya bahwa saya bisa bermain dengan pemain-pemain besar. Lolos kualifikasi Wimbledon telah mengubah hidup saya," tukas lelaki asal Lahore itu, yang selalu gagal menembus babak utama dalam tiga kali partisipasinya mengikuti babak kualifikasi.Qureshi sebenarnya pernah menorehkan sebuah kebanggaan saat bergandengan dengan Amir Hadad. Bermain di nomor ganda putra, mereka lolos ke babak ketiga Wimbledon 2002 dan putaran kedua di AS Terbuka.Keistimewaan dari pasangan Qureshi/Hadad adalah mereka menjadi simbol perdamaian Yahudi-Islam buat kalangan Timur Tengah, yang atas itu mereka diberi penghargaan kemanusiaan bertak Arthur Ashe Humanitarian of the Year award."Saya pikir waktu itu saya melakukan hal yang benar. Jika saya yakin dan merasa bisa bermain baik lagi dengan seorang pemain Israel, siapapun dia, saya pasti akan bermain dengannya." (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads